Kata Pakar Terkait Hoaks Mengecek Ponsel Disadap yang Kembali Beredar

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi aplikasi kencan daring. (Sumber Foto: Pexels)

Liputan6.com, Jakarta- Informasi hoaks cara mengetahui adanya penyadapan pada telepon seluler (ponsel) muncul kembali dan beredar di media sosial, dengan cara menekan *#21#.

Berikut informasi tersebut:

"Kepada rekan-rekan untuk berhati-hati dari kemungkinan penyadapan nomor HP kita. Anda bisa melakukan pengecekan sekarang juga di hp anda sendiri dengan mengetik :*#21#Lalu tekan/sentuh tombol Call. Maka akan ada respon dengan memunculkan tampilan :

Voice : Tidak diteruskan

Data : Tidak diteruskan

Faks : Tidak diteruskan

SMS : Tidak diteruskan

Paket : Tidak diteruskan

PAD : Tidak diteruskan

Sinkron : Tidak diteruskan

Tidak Singkron : Tidak diteruskan

Apabila ada salah satu yg DITERUSKAN, maka bisa dipastikan Nomor anda telah disadap!!! Semoga Bermanfaat...," tulis pesan tersebut.

Kata Pakar

Pakar Keamanan dan Kriptografi Pratama Persadha juga menyebut informasi cara mengetahui adanya penyadapan ponsel itu tidak benar. Menurutnya, fitur ini memang digunakan untuk mengalihkan panggilan masuk.

"Call forwarding ini sebenarnya digunakan apabila telepon milik kita akan disambungkan ke saluran lain PSTN, mailbox, dan lain-lain," katanya, dikutip dari Tekno Liputan6.com.

Terkait kemungkinan fitur call forwarding yang aktif tanpa diketahui pengguna, menurut Pratama, besar kemungkinan hal itu memang pengaturan bawaan dari kartu SIM milik operator.

Pratama juga menuturkan, teknologi penyadapan yang ada sekarang ini sebenarnya sudah canggih. Menurutnya, dengan teknologi saat ini, seseorang tak akan sadar kalau dirinya sedang disadap.

"Teknologi penyadap sekarang sudah canggih. Orang tak akan sadar kalau disadap. Apalagi, kalau penyadapnya memiliki sistem lawful intercept yang terhubung langsung ke operator," ujarnya menjelaskan.

Menurut Pratama, aksi penyadapan itu hampir sulit dirasakan oleh korban.

"Paling yang bisa merasakan penyadapan itu sedikit. Misalnya, penyadap menggunakan trojan di handphone atau menggunakan tactical intercept yang bisa dibawa ke mana-mana," tutup Pratama.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Simak Video Berikut