Kata Penasihat Kapolri soal Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo disebutkan mengaku melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat lantaran kesal dan emosi. Dia marah lantaran istrinya Putri Candrawathi mengaku mendapat pelecehan seksual dari korban.

"Ya kalau saya motif sudah pasti, kalau saya sudah melihat dari pelaku utamanya, ya memang ada kemarahan personal. Gini kalau motif membunuh, biar karena marah, karena merasa dikhianati, buat saya itu yang berkembang, itulah motif utamanya sebenarnya," kata penasihat ahli Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Muradi saat dihubungi merdeka.com, Minggu (18/9).

Kendati demikian, hal itu tetap tidak diperbolehkan untuk melakukan pembunuhan terhadap ajudan pribadinya itu. "Nah itu kan sudah disampaikan oleh Sambo kan, apakah kemudian misalnya karena nama baik keluarga kemudian dia melakukan pembunuhan, kan engga boleh, kan enggak," ujarnya.

"Karena memang, mau kita marah sama orang, kemudian merasa terhina sama orang, bukan berarti kita harus membunuh orang, kan gitu. Yang kaya gini kan perlu tekanan publik, enggak begini sebenarnya merespons kasus atau pun kelakuan negatif ke keluarga kita," sambungnya.

Skenario Palsu

Terkait dengan skenario palsu yang telah disusun Ferdy Sambo itu juga semestinya tidak boleh dilakukan.

"Artinya dia juga kemudian tidak boleh juga mengondisikan internal untuk kemudian mengikuti alur yang dia inginkan, kan enggak boleh juga begitu," ucapnya.

Muradi berharap kasus ini ditangani tidak secara normatif saja. Ia juga ingin agar orang nomor satu di Korps Bhayangakara untuk membuka kasusnya secara terbuka.

"Kalau saya sih merasa ini enggak boleh semena-mena, enggak boleh normatif, harus kemudian dikawal betul dan yang satu utama adalah ada niat baik ada good will dari Kapolri dan pimpinan di Polri untuk memproses kasus ini secara gamblang dan terbuka," tegasnya.

"Saya kira beberapa kali kan sudah disampaikan Kapolri ya, itu saja kita pegang. Kalau misalkan ada yang ada menyimpang, ya kita dorong lagi agar kasusnya sesuai dengan apa yang seharusnya, ditangani," tutupnya.

Kapolri Belum Ungkap Seluruh Motif Ferdy Sambo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap motif Irjen Ferdy Sambo menembak mati Brigadir J. Sambo marah dan emosi mendengar laporan terkait istrinya tentang peristiwa yang terjadi di Magelang.

"Motif Saudara FS melakukan perbuatan tersebut karena yang bersangkutan marah dan emosi atas setelah mendengar laporan dari ibu PC terkait dengan peristiwa terjadi di Magelang," ungkap Sigit saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

Berdasarkan laporan dari istrinya, Ferdy Sambo merasa apa yang dilakukan oleh Brigadir J telah merendahkan harkat dan martabat keluarga. Namun, Kapolri Sigit belum mengungkapkan detail seperti apa peristiwa di Magelang.

"Peristiwa terjadi di Magelang yang dianggap mencederai harkat martabat keluarga," ujar Sigit.

Menurutnya, motif akan lebih jelas dan terang bila kasus sudah sampai di persidangan. "Untuk lebih jelasnya akan diungkap di persidangan," jelas Sigit. [yan]