Kata Pengamat Soal Fenomena NFT Ghozali Everyday

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta

Pemuda Indonesia bernama Ghozali saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial. Itu lantaran dia berhasil mendapatkan keuntungan besar dari penjualan NFT miliknya di marketplace OpenSea.

Melalui akun OpenSea miliknya, Ghozali menjual NFT yang diberi nama Ghozali Everyday, yang berisi kumpulan foto selfie yang telah diambil sejak 2017-2021.

Bukan cuma itu, berdasarkan data pada akun OpenSea milik Ghozali, tercatat dia telah menaikkan volume transaksi sebesar 297 Ethereum (ETH) atau sekitar Rp 14,2 miliar.

Pengamat dunia NFT dan juga aset kripto, sekaligus Marketing Growth Pintu, Timothius Martin turut memberikan pendapat mengenai fenomena NFT yang dijual oleh Ghozali di OpenSea.

Timothius menjelaskan bahwa dirinya sangat menghargai dedikasi yang dilakukan Ghozali karena secara konsisten selfie setiap hari selama 3 tahun dengan berbagai pakaian, gaya rambut, dan ekspresi. Selain itu, menurutnya hal seperti ini bukan yang pertama kalinya di dunia.

“Mirip seperti tahun 2006 lalu ada seorang photographer bernama Noah Kalina yang mengupload selfie nya setiap hari selama 6 tahun dan dijadikan video musik di YouTube. Noah menjadi viral dan ide nya bahkan dipakai untuk iklan NBA di Amerika,” kata Timothius pada Liputan6.com, Kamis (13/1/2022).

Lebih lanjut, menurut Timothius dengan adanya fenomena viral seperti yang dialami oleh Ghozali, diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi para seniman visual di Indonesia.

“Saya berharap banyak seniman visual indonesia yang bisa terinspirasi oleh Ghozali dan mau mencoba memperlihatkan karyanya ke dunia dalam bentuk NFT,” ucap Timothius.

“Ke depannya, saya pikir value dari suatu NFT akan bisa dinilai dari banyak sisi: secara seni, secara utility (kegunaan di dunia nyata), maupun secara fungsi di dalam dunia metaverse atau gaming,” pungkasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ingin Transaksi di Marketplace NFT OpenSea? Siapkan Hal Ini Sebelum Bertransaksi

Akun Ghozali Everyday di OpenSea. Dok: opensea.io
Akun Ghozali Everyday di OpenSea. Dok: opensea.io

Warganet Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan fenomena Ghozali yang menjual Non Fungible Token (NFT) yang berupa koleksi foto selfienya dari 2017-2021.

NFT milik Ghozali diberi nama Ghozali Everyday, yang dijual melalui salah satu marketplace NFT terbesar di dunia yaitu OpenSea. OpenSea diciptakan sebagai pasar bagi orang untuk membeli dan menjual apa yang disebut dengan NFT, yang merupakan bagian unik dari kode digital yang didukung oleh teknologi blockchain.

NFT yang diperdagangkan di OpenSea dapat bervariasi, tetapi yang paling populer adalah karya seni digital yang dibuat oleh seniman dan mendaftarkan karya mereka untuk dilelang di situs OpenSea.

Lalu bagaimana cara agar dapat menjual hasil karya atau NFT melalui marketplace OpenSea? Dilansir dari laman resmi OpenSea, berikut hal yang harus dipersiapkan sebelum bertransaksi di marketplace NFT OpenSea.

Sebelum membuat akun di OpenSea, calon pengguna harus memiliki dompet kripto, salah satunya MetaMask. MetaMask dapat menyimpan aset kripto seperti ETH yang akan digunakan sebagai transaksi NFT di OpenSea.

Semua transaksi yang terhubung ke alamat dompet, dapat ditemukan di etherscan.io. Para pengguna disarankan untuk selalu memeriksa Etherscan setelah menyelesaikan setiap transaksi.

Mengapa membutuhkan dompet sebelum bertransaksi di OpenSea?

OpenSea sendiri adalah platform yang digunakan untuk berinteraksi dengan blockchain. OpenSea tidak pernah mengambil alih aset atau menyimpan NFT pengguna.

Sebagai gantinya, NFT menyediakan sistem untuk pertukaran peer to peer untuk bertransaksi dengan orang lain langsung di blockchain. Oleh karena itu, memerlukan dompet untuk membantu mengubah transaksi di browser menjadi transaksi di blockchain.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel