Kata Polisi Foto 2 Terduga Pelaku Teror Pakai Motor Matik di Kediaman Orangtua Veronika Koman

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Foto terduga pelaku teror di kediaman orangtua aktivis Papua, Veronica Koman tertangkap layar dari rekaman CCTV yang dibagikan oleh penasihat hukum Veronica, Michael Himan ke awak media.

Terkait video tersebut, Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat belum bisa memastikan dua orang yang berboncengan sepeda motor sebagai terduga pelaku.

"Kami belum berani menyimpulkan. Yang jelas kan kalau kita tahu kan dilempar ada 2 orang pelakunya menggunakan motor. Cuma kan nopol nya palsu kemudian pake helm. Nah kita masih lidik ke situ," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021).

Joko menerangkan, pihaknya masih mengusut kasus teror tersebut. Seperti melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Totalnya, ada tujuh orang saksi yang telah dimintai keterangan.

"Kita juga mencari saksi-saksi yang lain yang mengetahui. Sekarang sudah tujuh orang saksi kita periksa," ujar dia.

Joko menyebut, penyidik juga sedang mengumpulkan bukti rekaman CCTV. Utamanya, yang menyorot aktivitas pelaku sebelum melakukan pelemparan benda ke kediaman orangtua Veronika Koman yang sampai menimbulkan ledakan.

"Kita masih tracking jejak CCTV," ujar dia.

Joko juga menerangkan, bahwa sumber ledakan masih ditelusuri. Menurut dia, temuan di lokasi kejadian saat ini sedang diteliti oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

"Labfor belum mengeluarkan (hasilnya)," ujar dia.

2 Terduga Pelaku Gunakan Motor Matik

Sebelumnya, CCTV merekam dua orang yang mengendarai sepeda motor secara berboncengan berada di depan kediaman orangtua aktivis Papua, Veronica Koman.

Kedua orang itu diindikasikan sebagai terduga pelaku teror yang melempar benda hingga menimbulkan ledakan.

Penasihat hukum Veronica Koman, Michael Himan memberikan foto terduga pelaku ke awak media. Terlihat, terduga pelaku mengenakan helm berwarna hitam berboncengan dengan menggunakan sepeda motor matic.

Nampak salah satu di antara terduga pelaku mengenakan atribut salah satu perusahaan ojek berbasis aplikasi. Dijelaskan oleh Hilman, kedua orang itu patut diduga yang melempar suatu benda ke rumah orangtua kliennya.

"Memang benar kedua orang itu yang melakukan pelemparan diduga bom," ujar dia saat dihubungi, Selasa, 9 November malam.

Menurutnya, benda yang dilemparkan itu adalah sejenis bom bukan petasan sebagaimana keterangan dari kepolisian. Keyakinan Hilman diperkuat dengan hal-hal yang ditemukan di lapangan.

"Jadi gini logikanya. Petasan itu kalau dibungkus terus dibuang tanpa dibakar itu enggak mungkin," ujar dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel