Kata Polisi soal Video Viral Pemotor Jebol Pagar Suramadu

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah video yang memperlihatkan banyak pengendara sepeda motor memotong antrean dengan menjebol pagar pembatas Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Jawa Timur, viral di media sosial. Para premotor itu disebut berupaya menghindari petugas tes usap Antigen pada Minggu kemarin, 6 Juni 2021. Polisi mengklarifikasi itu bukan jebol, tapi memang dibuka untuk mengurai kemacetan panjang.

Video itu diunggah di antaranya oleh akun Instagram @madurakocak35. Dalam video terlihat antrean panjang di jalur sepeda motor dari arah Madura. Begitu pula di jalur kendaraan roda empat dan lebih. Tak lama kemudian, terlihat motor-motor keluar melalui pagar di sisi kiri yang terbuka dan melaju di jalan sisi luar ruas Suramadu.

Demi lok tes swab, ajebol. Reng madhurenah ajebol [Demi lolos dari tes swab, jebol. Orang Madura menjebol (pagar)],” suara pengambil gambar di video yang tersebar itu.

Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Ajun Komisaris Besar Polisi Ganis Setyaningrum mengatakan, pengendara motor yang melewati jalan alternatif Suramadu seperti dalam video viral itu bukan peristiwa penjebolan pagar Suramadu. “Itu bukan lolos [tes usap Antigen),” katanya dikonfirmasi wartawan, Senin, 7 Juni 2021.

Mereka, lanjut Ganis, sengaja diarahkan petugas untuk melewati jalan alternatif di sisi kiri ruas Suramadu karena terjadi penumpukan kendaraan hingga badan Jembatan Suramadu. “Karena kemarin terjadi penumpukan, kita cari alternatif jalan di mana tetap ada penjagaan dan mereka tidak lolos,” ujarnya.

“Di sana (ujung jalan alternatif) ada Brimob, Satpol PP, dan juga anggota kami dari polres. Mereka pengguna jalan yang menyusur di jalan tikus tadi sudah diarahkan dan mereka tetap tidak lolos dari pemeriksaan swab. Mungkin video yang viral itu hanya mengambil gambarnya secara parsial saja. InsyaAllah semuanya tidak akan lolos dan semuanya dilakukan swab,” papar Ganis.

Seperti diketahui, penyekatan dan tes usap secara acak di pintu Jembatan Suramadu sisi Surabaya dilakukan sejak Sabtu malam, 5 Juni 2021, oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, sebagai respons dari meningkatnya kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura. Tidak hanya di Jembatan Suramadu, hal serupa dilakukan di Penyeberangan Kamal-Ujung.

Hingga Minggu kemarin, lebih dari dua ribu pengendara dan penumpang angkutan umum dites usap Antigen di lokasi. Mereka yang dites adalah yang tidak mengantongi surat hasil tes negatif COVID-19. Hasilnya, 70 orang reaktif dan 17 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka semua langsung dirujuk ke RS Lapangan Indrapura dan RS Haji Surabaya.

Baca juga: Puluhan Orang dari Madura ke Surabaya via Suramadu Positif COVID-19