Kata Prabu Revolusi Soal Tugas Utama Juru Bicara Kemenparekraf

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Prabu Revolusi baru saja ditunjuk sebagai staf khusus dan juru bicara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Mantan pembaca berita itu mengaku tugas tersebut diterimanya setelah berdiskusi selama beberapa waktu dengan Menparekraf Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menparekraf Angela Tanoesoedibjo.

Ia mengatakan, kesibukan kedua orang tersebut membuat urusan komunikasi jadi terpinggirkan. Di sisi lain, mereka mengakui komunikasi publik yang baik dibutuhkan untuk bisa menyosialisasikan kebijakan dan program yang disiapkan pemerintah untuk sektor parekraf, khususnya berkaitan dengan pemulihan sektor tersebut.

"Aku lihat sendiri menteri dan wamen begitu sibuk, dari pagi sampai pagi. Level eksekutif sangat hectic, sehingga komunikasi nggak bisa dikerjakan karena pekerjaan teknis sangat banyak. Di sisi lain, Presiden Jokowi berpesan agar memperbaiki komunikasi publik," kata Prabu pada Liputan6.com, Selasa (10/11/2020).

Untuk itu, sambungnya, juru bicara diperlukan agar bisa menjembatani Kemenparekraf dan publik. Ia berharap keberadaannya membuat komunikasi tak lagi terhambat.

"Kami pengin banget bangun komunikasi yang bagus, bisa informasikan apa yang dibutuhkan publik, bisa konfirmasi kalau teman-teman butuh konfirmasi cepat," sahut Prabu.

Alasan pemilihan dirinya dikatakan berdasarkan kriteria jubir yang diharapkan Menparekraf, yakni memiliki seseorang dengan perspektif media. Tujuannya agar komunikasi yang terbangun lancar. Prabu Revolusi diketahui sudah berkecimpung di dunia media massa sejak masih bergabung di Trans TV.

"Pertimbangan itu yang dianggap Mas Menteri dan Mba Wamen penting karena dianggap bisa pahami pola pikir media dan publik," sambung bapak dua anak itu.

Pola Komunikasi Lebih Taktis

Prabu Revolusi. (Foto: Instagram @praburevolusi)
Prabu Revolusi. (Foto: Instagram @praburevolusi)

Selain latar belakang karier, Prabu Revolusi mengungkap ketertarikannya terhadap pariwisata yang juga jadi nilai tambah. Selain itu, ia juga mengelola bisnis kuliner yang masih ada kaitannya dengan sektor parekraf. Lainnya, ia sedang menyusun disertasi bertema media baru dan digital.

Prabu juga mengatakan sebagai juru bicara, ia akan bekerja sama dengan Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf. Ia menyebut keberadaan bagian itu tetap diperlukan, tapi akan memiliki pendekatan berbeda.

Ia menjanjikan pola komunikasi sebagai Jubir Kemenparekraf akan lebih taktis dan cepat. "Saya ditugaskan menggantikan Mas Tama atau Mba Angela bila berhalangan sehingga bila dibutuhkan info, bisa langsung beri konfirmasi," ujarnya.

Sejauh ini, ia masih mempelajari isu-isu yang berkembang. Ia meminta waktu untuk bisa menguasai isu sebelum siap menyampaikannya pada publik.

"Masih ngajar dong, nggak ditinggalin. Apalagi, ngajar sekarang kan bisa online," kata Prabu perihal tugas mengajarnya di sebuah universitas swasta.

Infografis Libur Panjang dan Potensi Klaster Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Libur Panjang dan Potensi Klaster Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: