AS Katakan Tak Pertimbangkan Sanksi Buat Venezuela

Washington (ANTARA/Xinhua-OANA) - Pemerintah Presiden Barack Obama, Selasa (23/4), mengatakan di Washington bahwa Amerika Serikat tidak mempertimbangkan sanksi apa pun terhadap Venezuela, sementara negara Amerika Selatan itu telah berikrar akan membalas tindakan semacam itu.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Patrick Ventrell mengatakan Venezuela "membaca terlalu banyak mengenai apa yang dikatakan Asisten Menteri Luar Negeri Urusan Amerika Latin Roberta Jacobson pada akhir pekan lalu".

Di dalam satu wawancara dengan saluran CNN berbahasa Spanyol. Jacobson mengatakan ia tak bisa mengesampingkan sanksi jika Venezuela tidak melakukan penghitungan-ulang hasil pemilihan presiden yang kontroversial pekan lalu, sebagaimana dituntut oleh Amerika Serikat dan Organisasi Negara Amerika.

Menteri Luar Negeri Venezuela Elias Jaua, Senin (22/4), menanggapi dengan berikraa akan melakukan tindakan komersial, energi, ekonomi dan politik terhadap Amerika Serikat sebagai pembalasan.

"Saya tidak sepenuhnya yakin mengenai apa yang ia rujuk, tapi saya tidak tahu mengenai adanya upaya mengenai sanksi terhadap Venezuela pada tahap ini," kata Ventrell di dalam taklimat rutin sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu pagi.

Mengenai pernyataan Jacobson, Ventrell berkata, "Saya kira posisinya tidak menunjukkan satu cara atau yang lain dalam wawancara itu."


"Saya kira pihak Venezuela mungkin telah melihat itu dan membacanya bahwa kami sedang mempertimbangkan sesuatu," kata juru bicara tersebut. "Saya mengatakan itu bukan sesuatu yang saat ini kami pertimbangkan."


Washington belum mengakui Nicolas Maduro sebagai Presiden baru Venezuela, setelah ia diambil sumpah pada Jumat lalu (19/4), kendati oposisi Venezuela menuntut penghitungan-ulang kertas suara. Maduro menang tipis dalam pemilihan presiden.

Hubungan AS-Venezuela telah tegang selama beberapa tahun belakangan, dan kedua negara itu tidak memiliki duta besar di negara masing-masing sejak Juli 2010. Namun Amerika Serikat tetap menjadi pembeli terbesar minyak Venezuela.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.