Kate Middleton Sebut Kecanduan Bagian Masalah Kesehatan Mental Serius

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masalah kecanduan turut jadi perhatian Kate Middleton. Ia menyoroti hal ini dalam pidato acara kampanye ‘Mengambil Tindakan untuk Ketergantungan’, Selasa, 19 Oktober 2021.

Melansir CNN, Minggu, 24 Oktober 2021, Duchess of Cambridge mengatakan bahwa kecanduan dapat terjadi pada siapa saja. Pidato yang berlangsung dalam acara kampanye yang dibuat oleh Forward Trust, sebuah badan amal Inggris, membahas mengenai realitas kecanduan sebagai kondisi kesehatan mental yang serius.

"Kecanduan bukan pilihan, tidak ada yang memilih menjadi pecandu. Tapi itu bisa terjadi pada siapapun di antara kita," ujar Kate.

Istri dari Pangeran William ini mengatakan bahwa tidak ada orang yang kebal terhadap kecanduan. Walaupun masalah kecanduan ini sudah banyak terjadi, jarang sekali kecanduan dibahas sebagai bagian dari kondisi kesehatan mental yang serius.

"Sangat penting untuk mengenali apa yang ada di balik kecanduan sehingga, kita dapat membantu menghilangkan stigma tabu dan rasa malu," ujar Kate.

Bersama dengan presenter televisi Inggris populer, Ant McPartlin dan Declan Donnelly, Kate berusaha untuk membingkai ulang persepsi kecanduan yang ada di masyarakat dan membangun kesadaran akan penyebab dan sifat kecanduan. Momen itu juga dimanfaatkan oleh McPartlin membagikan perjuangannya mengatasi kecanduan.

Ia berjuang mengatasi kecanduannya terhadap obat penghilang rasa sakit dengan dosis tinggi selama dua tahun setelah menjalani operasi lutut pada 2015. Ia mulai masuk rehabilitasi setelah kecelakaan mobil karena terindikasi mengonsumsi alkohol lebih dari batas wajar pada 2018.

"Ketika saya meminta bantuan, kondisi saya buruk. Tetapi setelah terbuka kepada orang lain, masalah mulai menghilang," ujar McPartlin kepada Kate, dilansir dari BBC.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dampak Pandemi

Kate Middleton, Duchess of Cambridge yang menghadiri acara kampanye dari Forward Trust. (dok. Twitter @KensingtonRoyal / https://twitter.com/KensingtonRoyal/status/1450422756886056962/photo/1 / Gabriella Ajeng)
Kate Middleton, Duchess of Cambridge yang menghadiri acara kampanye dari Forward Trust. (dok. Twitter @KensingtonRoyal / https://twitter.com/KensingtonRoyal/status/1450422756886056962/photo/1 / Gabriella Ajeng)

Menurut Kate, situasi pandemi dapat memengaruhi kecanduan, khususnya kepada keluarga dan anak-anak yang terkena masalah kecanduan. Kecanduan ini dapat timbul selama masyarakat mengalami kuncitara.

"Kami tahu bahwa lebih dari 1,5 juta orang di Inggris yang tidak menyalahgunakan zat sebelum kuncitara, sekarang mungkin mengalami masalah yang terkait dengan konsumsi alkohol," ujar Kate.

Sejak pandemi berlangsung, adanya peningkatan dari satu juta anak muda yang menunjukkan perilaku kecanduan. Kate menambahkan, terdapat sekitar dua juta orang yang diklasifikasikan sebagai orang dalam masa pemulihan dari kecanduan yang mungkin kambuh selama 18 bulan terakhir.

Ambil Peran

Kate mengapresiasi Forward Trust karena dapat membantu orang yang kecanduan untuk mengubah hidup mereka. Ia menegaskan bahwa kampanye ini menunjukkan bahwa mereka yang kecanduan tidak hanya pulih, tetapi dapat melanjutkan hidup yang lebih sejahtera.

"Kita semua dapat memainkan peran kita dalam membantu mereka yang berjuang dengan kecanduan, dengan memahami, mendengarkan, dan menghubungkan (keadaan kita)," ujar Kate, dikutip dari Harper's Bazaar.

Dalam acara tersebut, Duchess of Cambridge tampak mengenakan rok lipit merah dari Christopher Kane dan atasan turtleneck dengan warna serasi. Kate juga mengenakan sepatu hak tinggi dari Ralph Lauren berwarna netral, cokelat muda dengan tas kecil dari DeMellier. (Gabriella Ajeng Larasati)

Pewaris Tahta Kerajaan Inggris

Infografis pewaris Kerajaan Inggris. (DI: Nurman Abdul Hakim/Bintang.com)
Infografis pewaris Kerajaan Inggris. (DI: Nurman Abdul Hakim/Bintang.com)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel