Kaum Antivaksin Bikin Krisis Covid-19 Tak Segera Selesai

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Maraknya penolakan vaksin covid-19 hingga adanya aksi unjuk rasa membuat Dr Jerome Marty angkat bicara. Presiden Serikat Dokter Prancis (UFML) itu menyebut aktor di balik golongan anti-vaksin harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Demonstrasi anti-vaksin telah memasuki pekan keenam, dan data dari Kementerian Dalam Negeri Prancis menunjukkan jumlah demonstran masih sekitar 40 ribu orang. Hal ini tentu mengganggu proses vaksinasi yang dilakukan di seluruh Prancis.

Dr Marty mengungkapkan hal itu sangat berbahaya karena cakupan vaksinasi di Prancis tak segera terpenuhi. Ia bahkan menyebut ada beberapa orang yang sengaja mengompori aksi ini dengan alasan politik dan ekonomi.

"Ada 10-15 orang yang membuat masalah ini dan menyebarkan hoaks soal vaksin. Suatu hari nanti kita harus membuat mereka bertanggung jawab dan tentu saja menghukum mereka, serta membuat mereka membayar waktu kita yang terbuang akibat perbuatannya, dan mungkin bencana lain yang disebabkan akibat penundaan ini," ujar Dr Marty dilansir The Connexion.

"Orang-orang seperti Florian Philippot, Les Lalanne, Jean-Marie Bigard tidak punya keinginan mengakhiri krisis. Kekerasan semakin nyata seperti vandalisme pada pusat vaksinasi atau ancaman pembunuhan pada saya."

Dr Marty juga mengkritik algoritma Facebook terhadap aktivitas penyebaran hoaks seputar covid-19.

"Pasien ini mulai khawatir, pasalnya beberapa dari mereka ada yang telah memiliki ketakutan sebelumnya terkait dunia medis. Dan karena mereka khawatir, mereka menelusuri internet untuk mencari informasi, dan hal tersebut menjadikan mereka seringkali jatuh ke dalam perangkap teori konspirasi karena algoritma Facebook. Mereka hanya dihadirkan informasi yang buruk," ujarnya menambahkan.

(MG/ Azarine Jovita Halim)

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel