Kaum milenial ajak siswa SD lihat sekolah Soekarno di Surabaya

Anak-anak muda kaum milenial, pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Taruna Merah Putih mengajak sejumlah siswa sekolah dasar melihat tempat sekolah Presiden RI pertama Soekarno di Kota Surabaya, Sabtu.

"Kami mengajak adik-adik untuk mengenal lebih dekat sejarah Bung Karno di Surabaya, dengan cara bercerita yang menyenangkan," kata Ketua DPC Taruna Merah Putih (TMP) Kota Surabaya Aryo Seno Bagaskoro di Kantor Pos Kebonrojo, bekas Hogereburgerschool (HBS) Surabaya, tempat Bung Karno muda mengenyam pendidikan di Kota Surabaya.

Pada kegiatan "Surabaya Mendongeng: Bung Karno Arek Suroboyo" itu mengenalkan kepada para siswa SD tersebut bahwa Bung Karno lahir di Surabaya. Para siswa SD tersebut berasal dari area kampung kelahiran Bung Karno di Kampung Pandean, Kelurahan Peneleh, Surabaya.

"Pada kegiatan ini kami dibantu oleh kawan pegiat sejarah dan alumnus duta pariwisata Cak dan Ning Surabaya," ujar Seno.

Seno menjelaskan, sebelum kegiatan ini dilaksanakan, pihaknya terlebih dahulu berdiskusi dengan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono. Saat diskusi, lanjut dia, pihaknya diberi motivasi untuk bagaimana mengajak generasi penerus agar selalu punya akar sejarah pada perjuangan bangsanya, salah satunya dengan menyerap segala inspirasi tentang Bung Karno, dan memperkuat di kalangan pelajar.

Mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga ini berharap anak-anak muda tidak melupakan orisinalitas pemikiran dan daya juang Bung Karno sebagai pemantik api semangat perubahan dalam konteks masa kini.

"Ini adalah bagian dari misi penumbuhan kesadaran yang ingin kami bagikan kepada tunas-tunas bangsa dan kawan-kawan muda," ujar Seno.

Anak-anak muda tersebut, kata dia, mengenalkan di mana Bung Karno hidup di kampung Pandean, kemudian indekos di rumah HOS Tjokroaminoto dan sekolah di Surabaya.

"Masa muda dan proses belajar Bung Karno di Surabaya adalah salah satu titik awal mula mekarnya gagasan Indonesia modern dan berdirinya republik ini dalam hal pembentukan gagasan," ujar dia.

Dia mengatakan, kegiatan tidak hanya akan berhenti di sini, tetapi akan berlanjut dalam berbagai aktivitas lain yang berfokus pada anak-anak muda.

"Kami akan mengadakan beberapa program acara secara bertahap sebagai satu rangkaian untuk menghidupkan spirit Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno bersama berbagai elemen anak-anak muda yang lain, meneladani ajaran Bung Karno yang memimpikan para pemuda menjadi pemuda yang avant-garde, berpikir melintasi zaman," kata.

Bulan Juni sendiri diperingati sebagai Bulan Bung Karno, lantaran ada tiga momen spesial di bulan ini yang berkaitan dengan proklamator itu. Pertama, 1 Juni 1945, di mana di depan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan, Bung Karno untuk kali pertama menyampaikan gagasan tentang dasar negara, yang dinamakan Pancasila. Hari itulah, 1 Juni, kini kita kenal sebagai Hari Lahir Pancasila.

Kedua, 6 Juni 1901, hari lahir Bung Karno di Kota Surabaya, ketika fajar menyingsing. Bapak Bangsa Indonesia ini juga dikenal dengan sebutan "Putera Sang Fajar". Surabaya, selain kota kelahiran, juga menjadi tempat Bung Karno tumbuh di masa remaja dan ditempa sebagai tokoh pergerakan saat indekos di rumah tokoh Islam HOS Tjokroaminoto di kawasan Peneleh.

Ketiga, 21 Juni 1970, ketika Bung Karno wafat dan membawa kesedihan mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel