Kawah Sileri Dieng Erupsi, Ada Cerita di Balik Keindahannya

Rochimawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Terjadi erupsi freatik pada Kawah Sileri di kompleks Gunung Dieng, Jawa Tengah, pada Kamis malam 29 April 2021. Saat ini pemantauan dilakukan pada dua kawah utama yang paling aktif yaitu Kawah Sileri dan Kawah Timbang.

Dalam siaran pers dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, disebutkan erupsi atau letusan berupa lontaran material dan lumpur ke arah timur.

Kawah Sileri merupakan kawah terluas di Dataran Tinggi Dieng yang masih aktif. Air Kawahnya gemulak dan mendidih persis seperti bekas cucian beras atau leri, sehingga dinamakan Kawah Sileri. Berikut ini cerita seputar Kawah Sileri yang dirangkum VIVA.

Dikelilingi sawah

Wisata Kawah Sileri Dieng Banjarnegara Jawa Tengah adalah salah satu tempat wisata yang berada di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kawah ini dikelilingi sawah yang berpetak-petak. Saat sedang menghijau, akan terlihat keindahan Kawah Sileri dengan asap-asap yang mengebul.

Luasnya 4 hektare

Kota Banjarnegara dikenal akan sejumlah obyek wisatanya, salah satunya adalah wisata Kawah Sileri. Kawah dengan luas lebih dari 4 hektare ini berada di Kepakisan, Batur, Banjarnegara atau sekitar tujuh kilometer arah barat Kawasan Dieng.

Cerita legenda

Di balik keindahan Kawah Sileri ternyata ada legenda yang menarik untuk diketahui. Nama “sileri” pada tempat wisata terkait dengan sebuah legenda mengenai terbentuknya kawah ini.

“Sileri” berasal dari “leri” yang dalam bahasa Jawa berarti air bekas mencuci beras. Konon keberadaan Kawah itu, dari sebuah cerita seorang nenek sihir yang memperdalam ilmunya dan ingin bersemedi ke gunung.

Sang nenek membawa beberapa perlengkapan diantaranya kendi kecil berisikan air putih kental atau tajin atau dikenal juga dengan air bekas cucian beras.

Namun diperjalanan kembali ke Desa Pagar Kandang, dia tersandung sebuah batu. Tempurung yang dibawanya terlepas dan isinya tumpah ke daratan. Tumpahan air beras tersebut lalu membentuk Kawah Sileri.