Kawal Kasus Korupsi Asabri, Erick Thohir Temui Jaksa Agung

Toto Pribadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri BUMN Erick Thohir menggelar pertemuan dengan Jaksa Agung RI, Burhanuddin yang didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Ali Mukartono terkait penanganan kasus PT Asabri pada Selasa 22 Desember 2020.

Dalam siaran pers yang redaksi terima, Jaksa Agung menegaskan bahwa Kejaksaan akan secara serius menangani kasus ini terkait dengan kasus Jiwasraya. Kejaksaan sendiri mengaku telah mengantongi bukti-bukti pendukung untuk mengembangkan kasus yang menerpa Asabri.

Atas dasar pertimbangan inilah Menteri Erick Tohir berkoordinasi dengan Jaksa Agung dalam penanganan kasus ini. Kejaksaan dipandang tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam melakukan penelusuran aset dan akan lebih mudah mempetakan pokok permasalahan dalam kasus ini.

Kejaksaan sendiri menegaskan bahwa pihaknya tidak serta merta mengambilalih kasus ini dari Polri meski calon tersangka maupaun pola perbuatannya kebetulan sama. Jaksa Agung menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polri dalam kasus tersebut.

"Terkait asetnya akan kita kejar terus, yang sudah kita ambil ke Jiwasraya tidak bisa diserahkan lagi ke kasus Asabri. Pasti akan kita kejar kemana saja," tegas Jaksa Agung.

Lebih lanjut Jaksa Agung menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil investigasi dari BPKP diperkirakan dugaan kerugian dalam kasus PT. Asabri mencapai 17 triliun, sedikit lebih besar dari kasus PT. Jiwasraya dan hasil audit tersebut didapatkan sebelum adanya Direksi baru.

Pada saat yang bersamaan, Menteri BUMN Erick Tohir menjelaskan bahwa kasus Asabri akan menjadi fokus tersendiri mengingat adanya keterkaitan perkara tersebut dengan kasus Jiwasraya yang telah ditangani Kejaksaan Agung sebelumnya, sehingga sangat perlu koordinasi.

“Hasil audit BPKP yang sudah ada itu sebelum direksi baru. Sebagaimana yang disampaikan Jaksa Agung, kita memapping dari pada korupsi ini dan aset-asetnya, karena tetap kita juga harus menjaga kesinambungan dengan berjalannya Asabri, jangan sampai nanti ada perusahaan yang tidak kuat berjalan lagi. Saya rasa dengan kerja sama yang baik antara Kejaksaan, Kepolisian ataupun kami sebagai Korporasinya, kasus ini akan berjalan dengan baik seperti yang terjadi di Jiwasraya,” tegas Erick Thohir.

Erick Thorir pada kesempatan tersebut juga mengapresiasi kinerja Kejaksaan dalam menangani kasus Jiwasraya yang dinilai sangat cepat. Menteri BUMN Erick Thohir juga menekankan bahwa menjadi tugasnya untuk terus memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan BUMN salah satunya pada PT Asabri.

“Karena hal ini juga merupakan bagian dari Roadmap, bagaimana kita merapikan dana-dana pensiun yang ada di BUMN, dimana selama ini telah banyak kasus-kasus yang terjadi,” tambah Menteri BUMN dalam kesempatan itu.