Kawal Pemulihan Ekonomi Nasional, Bea Cukai Lakukan Sejumlah Kunjungan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Mendukung program pemerintah dalam upaya permulihan ekonomi nasional (PEN), Bea Cukai melakukan berbagai kunjungan guna memastikan perannya dapat berdampak maksimal dalam menigkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Makassar, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, beserta jajarannya, malakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Makassar New Port (MNP), Minggu (07/11). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau implementasi national logistik ekosistem (NLE) di MNP. Makassar New Port merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN), sebagai pelabuhan terbesar di Kawasan Timur Indonesia yang merupakan bagian dari penataan logistik nasional.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Tubagus Firman Hermansjah, menjelaskan bahwa saat ini, sistem NLE telah terhubung dengan sistem di Pelabuhan Makassar terkait pelayanan DO Online, SP2 Online, Vessel Domestic dan Trucking.

“NLE telah menghubungkan sistem Bea Cukai dan Karantina dalam bentuk Single Submition Quarantine-Customs (SSmQC). Ini memungkinkan pengguna jasa hanya melakukan satu kali proses pengiriman data, karena SSmQC ini diikuti proses joint inspection, dimana pemeriksaan barang akan dilaksanakan bersama oleh kedua instansi. Jadi diharapkan memberi kemudahan masyarakat melakukan pengiriman barang,” imbuhnya.

Di Medan, Bea Cukai Belawan bersama tim dari Kantor Pusat Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Sumatra Utara, dan Bea Cukai Medan turut hadir dalam kunjungan kerja bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ke PT. Permata Hijau Palm Oleo, Kamis (04/11). Tujuan kunjungan ini untuk melakukan monitoring dan evaluasi pungutan ekspor kelapa sawit, CPO, dan produk turunannya.

Terkait kunjungan ini, Firman mengatakan bahwa PT Permata Hijau Palm Oleo, merupakan salah satu perusahaan dengan program hilirisasi industri sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, harapannya industri pengolahan produk kelapan sawit yang berorientasi ekspor akan terus dapat meningkat dan berkelanjutan guna turut mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional,” imbuhnya.

Selanjutnya di Bali, Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, turut hadir dalam kegiatan peresmian Program Desa Devisa Garam Kusamba oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Desa Kusamba, Klungkung, Sabtu (06/11). Garam produksi Desa Kusamba merupakan garam organik yang kaya akan mineral, diolah secara tradisional dan turun temurun serta di kemas secara modern.

“Dengan peresmian ini, diharapkan para petani garam kusamba dapat menjadikan produknya sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing mancanegara. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat , selain itu untuk memberikan dampak positif untuk devisa negara,” jelas Firman.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel