Kawanan geng motor di Makassar bakar motor warga

MERDEKA.COM. Kawanan geng motor di Makassar, Sulawesi Selatan, kembali membuat ulah. Mereka terlibat keributan dengan sejumlah warga di kawasan Jalan Andalas Makassar. Tak hanya beringas menyerang warga, kawanan geng  motor itu juga membakar satu unit sepeda motor milik seorang warga yang melintas, Minggu (07/04) sekitar pukul 04.20 dini hari.

Motor milik pemuda bernama Dedy, salah seorang karyawan tempat hiburan malam warga Jalan Andalas Makassar ini hangus menjadi arang, setelah dibakar oleh kawanan geng motor di sekitar jalan Andalas, Kecamatan Bontoala¸Kota Makassar.

Sebelumnya, para anggota geng motor yang berjumlah ratusan itu, berkonvoi di jalan-jalan dan melintas sekitar Jalan Andalas. Mereka tak hanya ugal-ugalan namun juga membawa bambu, kayu dan anak panah.

Aksi brutal dipertontonkan oleh para anggota geng motor tersebut, dengan terlibat keributan dengan warga setempat. Bahkan, sejumlah pengendara motor yang melintas di kawasan itu pun menjadi sasaran pemukulan dan membakar motor.

Korban Dedy misalnya, tak luput dari amukan geng motor. "Saya melintas dan langsung dihadang dan dipukuli oleh para anggota geng motor," ujar Dedy dalam kondisi ketakutan.

Ironisnya, motor miliknya pun jadi sasaran empuk dibakar hingga hangus. Dedy kemudian hanya bisa kabur menyelamatkan diri. "Saya tinggalkan motorku, saya lari menyelamatkan diri, motorku langsung dibakar, kodong tidak ada salahku, saya hanya pulang kerja," kesalnya di hadapan polisi.

Sementara itu, puluhan kawanan anggota geng motor tersebut kemudian meninggalkan lokasi. Aparat Kepolisian Sektor Bontoala, Makassar yang tiba di lokasi langsung melakukan penyelidikan. Korban kemudian dibawa ke Mapolsek Bontoala untuk dimintai keterangan dan barang bukti motor korban dibawa ke Mapolsek Bontoala, Makassar.

Aksi brutal anggota geng motor sangat meresahkan warga di kota Makassar. Upaya razia yang dilakukan polisi tidak menemukan hasil. Bahkan, kawanan geng motor nekat melakukan penganiayaan dan melukai warga.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.