Kawasan Ekonomi Jadi Upaya Pemerintah dalam Pemerataan Pertumbuhan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia menjadi salah satu target utama dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bahkan, pengembangan kawasan ekonomi telah masuk dalam program Nawacita dan klaster khusus dalam Undang- Undang Cipta Kerja (UUCK).

Proyek pengembangan kawasan ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari kebutuhan akan adanya penggerak pertumbuhan perekonomian nasional yang dibangun di wilayah-wilayah yang memiliki potensi unggulan.

Apalagi dengan potensi-potensi unggulan di Indonesia seperti sumber daya alam, keunggulan demografis, keanekaragaman budaya dan dukungan infrastruktur yang cukup sehingga potensi ini tidak boleh disia-siakan.

Kepala Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar menyampaikan, kawasan ekonomi saat ini telah dikembangkan melalui beberapa fokus kegiatan seperti industri pengolahan, logistik, pariwisata, mineral tambang, digital, kesehatan hingga pendidikan. Ini menjadi fokus pemerintah agar busa membantu peningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu dia melihat, optimalisasi bentuk pengembangan kawasan ekonomi saat ini juga terus ditingkatkan agar mampu membangun ekonomi Indonesia yang berdaya saing.

Menurutnya, kawasan ekonomi menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dapat memberikan andil besar terhadap pemerataan ekonomi di daerah dan penyediaan lapangan kerja melalui aktivitas ekonomi di dalamnya.

"Optimalisasi kawasan ekonomi terus ditingkatkan untuk membangun ekonomi Indonesia yang berdaya saing. Ini juga membantu dalam pemerataan ekonomi daerah dan penyedia lapangan kerja," ucapnya dalam bincang buku 'Kawasan Ekonomi : Keberadaan, Peluang dan Tantangan' di Jakarta, Selasa (22/11).

Transformasi Digital

Sanny mengatakan, perkembangan era transformasi digital serta transisi energi berkelanjutan turut mempengaruhi pengembangan Kawasan Ekonomi khususnya pada penerapan konsep ESG (Environmental, Social, and Governance).

"Pengaplikasian konsep ESG pada Kawasan Ekonomi dilakukan dengan pengaplikasian teknologi yang ramah lingkungan. Di antaranya melalui penerapan proses daur ulang sampah untuk dijadikan pupuk kompos taman, inisiasi pengurangan emisi karbon, penggunaan solar panel untuk pasokan listrik di gedung-gedung. Penerapan penggunaan teknologi juga sebagai upaya menuju Industri 4.0," lanjutnya.

Dia menambahkan, konsep ESG juga mengedepankan kriteria hubungan dengan masyarakat sekitar. Misalnya melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sehingga menjadi pedoman kriteria dalam menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan kegiatan usaha.

"Saya berharap pengembangan Kawasan Ekonomi di Indonesia mampu saling bersimbiosis. Baik dalam pembenahan iklim investasi Indonesia, agar lebih menarik di mata investor asing ataupun agar Kawasan Ekonomi di Indonesia, lebih mampu menghadapi tantangan untuk dapat maju ke next level," tutup Sanny.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [idr]