Kawasan Industri: Definisi, Fungsi, dan Daftar Kawasan Khusus di Indonesia

Kawasan Industri: Definisi, Fungsi, dan Daftar Kawasan Khusus di Indonesia
Kawasan Industri: Definisi, Fungsi, dan Daftar Kawasan Khusus di Indonesia

RumahCom – Kawasan industri adalah tempat pemusatan kegiatan perindustrian baik dari makanan hingga pakaian. Di Indonesia, sudah banyak daerah yang memiliki kawasan industri besar yang dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri tersebut.

Kawasan Industri tak hanya mencakup kegiatan perindustrian, namun mempunyai banyak fungsi baik untuk lapangan pekerjaan hingga indikator kemajuan ekonomi suatu negara. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kawasan industri, mari kita cek apa saja tentang kawasan industri:

  • Apa itu Kawasan Industri?

  • Peraturan Perizinan di Kawasan Industri

  • Fungsi Kawasan Industri

  • Keunggulan dan Kekurangan Kawasan Industri

  • Daftar Kawasan industri di Indonesia

Apa itu Kawasan Industri?

Kawasan Industri menjadi kawasan yang paling pesat perkembangannya di Indonesia. (Foto: <a href="https://images.unsplash.com/photo-1518704618243-b719e5d5f2b8?ixlib=rb-1.2.1&ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&auto=format&fit=crop&w=870&q=80" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Unsplash – Robin Sommer" class="link ">Unsplash – Robin Sommer</a>)
Kawasan Industri menjadi kawasan yang paling pesat perkembangannya di Indonesia. (Foto: Unsplash – Robin Sommer)

Dilansir dari NSWI Indonesia, kawasan Industri merupakan tempat pemusatan kegiatan industri pengolahan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan fasilitas penunjang lainnya yang disediakan dan dikelola oleh Perusahaan Kawasan Industri.

Kawasan industri menjadi salah satu kawasan yang berkembang pesat di Indonesia. Jika Anda sedang mencari hunian ada baiknya mencari di kawasan perumahan yang dekat dengan kawasan industri. Temukan daftar hunian di Bekasi yang menjadi salah satu kawasan industri dibawah Rp1 miliar di sini!

Peraturan Perizinan di Kawasan Industri

Izin Kegiatan Kawasan Industri yang Tetap dapat berlaku hingga 30 tahun. (Foto: <a href="https://images.unsplash.com/photo-1582055871659-2fcf2e4d3bd3?ixlib=rb-1.2.1&ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&auto=format&fit=crop&w=1032&q=80" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Unsplash – Evangelos Mpikakis" class="link ">Unsplash – Evangelos Mpikakis</a>)
Izin Kegiatan Kawasan Industri yang Tetap dapat berlaku hingga 30 tahun. (Foto: Unsplash – Evangelos Mpikakis)

Peraturan perizinan dalam kawasan industri harus dimiliki bagi perusahaan yang sudah siap untuk melakukan kegiatan industri. Ada beberapa jenis izin dalam kawasan industri yang mencakup hal sebagai berikut:

Izin Kegiatan Penanaman Modal Dalam Bidang Kawasan Industri

  • Izin Tetap

Izin yang harus dimiliki oleh perusahaan Kawasan Industri yang telah menyelesaikan penyiapan Kawasan Industri secara siap pakai untuk dimanfaatkan. Izin Tetap diajukan dan diproses di Kementerian Perindustrian. Izin Tetap bagi PMDN berlaku selama perusahaan kawasan industri tersebut masih beroperasional. Izin tetap bagi PMS berlaku selama masa 30 tahun. Persyaratan untuk memperoleh izin tetap adalah :

  1. Mengisi formulir Model PMK II sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 291/M/SK/10/1989;

  2. Rencana Tapak Parsial yang sudah disahkan oleh Pemerintah Daerah;

  3. Konfirmasi dari Kantor Pertanahan di Daerah bahwa tanah yang dimohonkan sudah dibebaskan dan bebas dari gugatan pihak lain;

  4. Rekomendasi AMDAL dan menyatakan bahwa yang bersangkutan akan melaksanakan segala kewajiban pengelolaan lingkungan seperti yang akan direkomendasikan dalam RKL/RPL yang sudah disahkan oleh Komisi Pusat AMDAL Departemen Perindustrian;

  5. Bukti bahwa tanah yang dimohonkan secara fisik sudah dapat digunakan oleh perusahaan industri untuk mulai melakukan persiapan-persiapan pembangunan industrinya.

  • Persetujuan Prinsip

Persetujuan yang harus dimiliki untuk melakukan persiapan-persiapan penyediaan tanah, perencanaan, penyusunan rencana tapak tanah di Kawasan Industri dan usaha pembangunan, pengadaan, pemasangan instalasi/peralatan yang diperlukan. Persetujuan prinisp diajukan dan diproses di Kementerian Perindustrian.

  • Izin Tetap Parsial bagi Perusahaan Kawasan Industri

Izin yang tetap yang harus dimiliki secara bertahap dari sebagian tanah sedikitnya seluas 20% dari luas tanah dalam Izin Lokasi Kawasan Industri dengan luas tanah sedikitnya 50Ha; Pengajuan dan pemrosesan izin tetap parsial dilakukan bersamaan dengan pengajuan dan pemrosesan izin tetap.

  • Izin Lokasi

Izin yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk menggunakan tanah seluas yang benar-benar diperlukan untuk kepentingan Pembangunan Kawasan Industri, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah. Izin Lokasi diajukan dan diproses di SKPD yang ditunjuk oleh pemerintah daerah di lokasi dimana Kawasan Industri berada.

Izin Kegiatan Penanaman Modal Di Dalam Kawasan Industri

  • Izin Usaha Dalam Kawasan Industri

Yaitu izin yang dikeluarkan oleh pengelola/penyelenggara kawasan Industri untuk berusaha/melakukan kegiatan usaha di dalam kawasan industri. Pengajuan dan pemrosesan izin usaha dalam kawasan industri ini dilakukan di Kantor Pengelola Kawasan Industri.

  • Tanda Daftar Perusahaan

Diwajibkan bagi penanam modal yang telah mendapatkan persetujuan prinsip dan akan memulai pelaksanaan kegiatan penanaman modal di suatu daerah. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) diproses dan dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah melalui PTSP di daerah atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditetapkan oleh Kepala Daerah.

[ArticleCallout]{ “title”: “12 Model Pintu Gerbang Minimalis”, “excerpt”: “Simak 12 inspirasi model pintu gerbang minimalis di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/gerbang-minimalis-59254”, “image”: “https://cdn-cms.pgimgs.com/static/2021/12/12-Model-Pintu-Gerbang-Minimalis.png” } [/ArticleCallout]

Fungsi Kawasan Industri

Kawasan Industri mempunyai manfaat salah satunya untuk memusatkan kebutuhan industri di suatu daerah. (Foto: <a href="https://images.unsplash.com/photo-1509390288171-ce2088f7d08e?ixlib=rb-1.2.1&ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&auto=format&fit=crop&w=870&q=80" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Unsplash – American Public Power Association" class="link ">Unsplash – American Public Power Association</a>)
Kawasan Industri mempunyai manfaat salah satunya untuk memusatkan kebutuhan industri di suatu daerah. (Foto: Unsplash – American Public Power Association)

Kawasan Industri merupakan sektor ekonomi yang dapat menunjang kemajuan dari suatu daerah. Dikarenakan kawasan industri dapat memudahkan lapangan pekerjaan untuk suatu daerah. Selain itu masih ada beberapa fungsi kawasan industri sebagai berikut:

  1. Agar dapat memusatkan infrastruktur yang dibutuhkan oleh industri di dalam satu daerah, sehingga dapat mengurangi pengeluaran suatu industri. Infrastruktur tersebut dapat berupa jalan, rel, pelabuhan, listrik tegangan tinggi, kabel telekomunikasi, pasokan air melimpah, dan jalur pipa gas.

  2. Agar dapat menarik investasi dengan menyediakan infrastruktur terintegrasi dalam satu lokasi.

  3. Agar dapat lebih mudah memberikan insentif kepada industri.

  4. Agar dapat memisahkan industri dengan kawasan perkotaan untuk mengurangi dampak sosial dan lingkungan dari industri.

  5. Agar dapat lebih mudah mengawasi dampak industri terhadap lingkungan tersebut.

[PropertyTip]Padu padankan perabot dengan interior hunian Anda agar tidak terkesan berantakan dan suasana villa lebih terasa.[/PropertyTip]

Keunggulan dan Kekurangan Kawasan Industri

Kawasan Industri mempunya kelebihan dan kekurangan bagi masyarakat sekitar kawasan tersebut. (<a href="https://images.unsplash.com/photo-1645423660753-74c9121fe6dc?ixlib=rb-1.2.1&ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&auto=format&fit=crop&w=774&q=80" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Unsplash – Abhinav Modi" class="link ">Unsplash – Abhinav Modi</a>)
Kawasan Industri mempunya kelebihan dan kekurangan bagi masyarakat sekitar kawasan tersebut. (Unsplash – Abhinav Modi)

Kawasan Industri mempunyai berbagai macam fungsi yang sudah dijelaskan. Dengan adanya kawasan industri, tentu memiliki keunggulan serta kekurangan. Beberapa keunggulan dan kekurangan dengan adanya kawasan industri sebagai berikut:

Keunggulan Kawasan Industri

  • Bisa menghasilkan banyak barang untuk kebutuhan manusia

  • Mengurangi angka pengangguran di suatu kawasan tersebut

  • Meningkatkan pendapatan masyarakat

  • Meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar industri

  • Meningkatkan ekspor dari Indonesia ke luar negeri

Kekurangan Kawasan Industri

  • Adanya polusi udara dari asap industri

  • Adanya pencemaran air dari limbah pabrik

  • Banyaknya sumber daya alam yang rusak karena industri

  • Banyaknya lahan pertanian yang hilang karena digunakan untuk keperluan industri

Daftar Kawasan Industri di Indonesia

Banyaknya kawasan industri di Indonesia menjadi salah satu daya tarik untuk mempunyai rumah dekat dengan kawasan industri. (Foto: <a href="https://images.unsplash.com/photo-1496247749665-49cf5b1022e9?ixlib=rb-1.2.1&ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&auto=format&fit=crop&w=873&q=80" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Unsplash – Ant Rozetsky" class="link ">Unsplash – Ant Rozetsky</a>)
Banyaknya kawasan industri di Indonesia menjadi salah satu daya tarik untuk mempunyai rumah dekat dengan kawasan industri. (Foto: Unsplash – Ant Rozetsky)

Jika dilihat kondisi kawasan industri di Indonesia, hampir seluruh daerah memiliki kawasan industri. Baik dari Barat Indonesia hingga ke Timur Indonesia, berikut beberapa daftar kawasan industri populer yang berada di Indonesia.


Nama Kawasan/Pengelola

Lokasi

Luas Lahan

Kawasan Industri Aceh – Ladong

Kabupaten Aceh Besar, Nangroe Aceh Darussalam

66,00 Ha

Kawasan Industri Wiraraja

Kawasan Industri Wiraraja

78,00 Ha

Jakarta Industrial Estate Pulogadung

Jakarta Industrial Estate Pulogadung

500,00 Ha

Bekasi International Industrial Estate

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

200,00 Ha

Kawasan Industri Jababeka

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

2.267,00 Ha

Kawasan Industri Sentul

Kabupaten Bogor, Jawa Barat

120,00 Ha

Karawang International Industrial City

Kabupaten Karawang, Jawa Barat

1.347,00 Ha

Kawasan Industri Palu

Kota Palu, Sulawesi Tengah

1.500,00 Ha

Kawasan Industri KBS

Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

2.150,00 Ha

Kawasan Industri EFI

Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara

601,79 Ha

Itulah penjelasan akan kawasan industri beserta contohnya di beberapa daerah di Indonesia. Semoga setelah anda mengetahui akan kawasan industri lebih dalam, anda dapat memperhitungkan untuk mencari properti yang ada di sekitar kawasan industri.

Tonton video berikut ini untuk mengetahui tahapan membangun rumah tumbuh!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

[AskGuru][/AskGuru]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel