Kawasan Selatan Gunungkidul Jadi Sering Banjir Gara-Gara Pembangunan JJLS, Solusi?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Gunungkidul - Ibarat dua sisi mata uang, pembangunan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS) Gunungkidul membawa dua dampak sekaligus. Dampak pertama, proyek triliunan rupiah yang bakal kelar 2025 itu, disebut-sebut bisa membuka akses jalan Gunungkidul agar terhubung dengan beberapa daerah lain. Hal itu dinilai berdampak baik bagi perkembangan ekonomi warga.

Namun di sini lain, pembangunan JJLS Gunungkidul ini juga membawa dampak negatif. Ada peningkatan potensi banjir yang mengepung kawasan selatan, terutama wilayah-wilayah yang sedang dalam tahap pembangunan.

Adanya rekayasa lahan dengan perataan bukit-bukit hingga tumpukan-tumpukan material di kawasan proyek menjadikan risiko banjir di kawasan itu semakin besar.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho. Dirinya mengatakan, indikasi terhadap potensi banjir di kawasan selatan sendiri sudah semakin terasa sejak beberapa waktu terakhir.

Ia mengungkapkan, kawasan selatan yang dulunya dikenal merupakan daerah kering dan sulit air ini, beberapa tahun terakhir justru malah sering banjir saat musim hujan. Berdasarkan pemantauan, jalan yang membujur dari barat ke timur tersebut bahkan berpotensi memicu banjir sebab belum dibangun saluran air agar tidak menimbulkan genangan.

“Dulu sudah saya sampaikan agar dipikirkan berkaitan dengan aliran air ini. Dari Purwosari sampai Girisubo saya sudah mengeceknya. Ada beberapa yang tidak dibangun jalur air juga jembatan,” ucap Heri.

Dengan kondisi ini, pemerintah dan pihak kontraktor harus memikirkan bagaimana dampak serta solusinya. Jangan sampai masyarakat setiap musim penghujan justru dibuat was-was akan potensi banjir yang dapat terjadi.

“Kalau pas hujan deras terus piye? Sudah pernah to air sampai di Girisubo dan banjirnya lumayan besar,” katanya.

Menurut Heri, sesuai dengan karakteristiknya, air akan selalu mencari daerah yang lebih rendah. Dengan adanya rekayasa lahan maupun tumpukan-tumpukan material yang saat ini menggunung, aliran air ini menjadi sulit untuk dikendalikan.

“Dan kawasan pesisir selatan saat ini sangat berpotensi rawan banjir saat musim penghujan,” katanya lagi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Langkah Antisipasi

Menyikapi kondisi ini politikus Partai Golkar tersebut sudah memberikan peringatan kepada pemerintah agar aliran air dapat diperhatikan. Hal ini dimaksudkan agar segera ada tindak lanjut dan daerah selatan tidak terancam banjir pada saat musim penghujan.

“Warning ini katanya mau disampaikan ke kontraktor dan yang membidangi lainnya,” kata Heri.

Selain itu, dampak dibangunnya JJLS ini masyarakat sekitar juga harus siap dengan perubahan pola yang terjadi. Sebab jalur ini pastinya akan sangat ramai budaya dan karakter dari pengguna jalan yang melintas hingga singgah di tempat juga akan beragam.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan hal yang sama. Bahkan, beberapa waktu silam Endah pernah mengajak sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kapanewon untuk melakukan pantauan di lokasi.

Dalam pantauan awal ini, didapatkan kesimpulan bahwa jika tidak dilakukan penanganan secara cepat, maka nantinya dikhawatirkan kawasan selatan, khususnya di wilayah-wilayah yang saat ini tengah dalam proses pembangunan jalan, berpotensi terkepung bencana banjir.

“Harus ada perencanaan matang agar masyarakat tidak jadi korban. Saya mencoba berkeliling memang langsung satu yang menjadi kekhawatiran saya, ini bisa jadi banjir besar,” beber Endah.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera mengundang sejumlah pihak terkait guna membahas secara detil berkaitan dengan potensi banjir ini. Diharapkan, segera ada langkah cepat dari pemerintah dalam hal antisipasi.

“Akan segera secepatnya kita rapatkan,” katanya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel