'Kawin Kontrak' Indosat dan Tri Indonesia Diperpanjang Lagi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemegang saham utama dari PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) dan PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) telah mencapai perkembangan yang substansial pada beberapa kesepakatan utama dan setuju untuk memperpanjang periode negosiasi eksklusif hingga 16 Agustus 2021 untuk menyelesaikan seluruh dokumentasi kontrak.

“Diskusi di antara para pemegang saham utama telah memasuki tahap lanjutan dan perpanjangan periode eksklusif ini akan memberikan waktu tambahan bagi kedua belah pihak untuk memfinalkan kesepakatan kombinasi bisnis,” kata Kepala Eksekutif Tri Indonesia, Cliff Woo, Kamis, 1 Juli 2021.

Sebelumnya, pemegang saham utama kedua operator telekomunikasi ini telah setuju memperpanjang periode eksklusif negosiasi penggabungan kedua bisnis tersebut hingga 30 Juni kemarin.

Informasi saja, pada 22 Desember 2020, perusahaan telekomunikasi Qatar, Ooredoo dan raksasa keuangan Hongkong, CK Hutchison, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjalankan bisnis bersama di Indonesia, yang melibatkan Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia.

Kesepakatan ini akan menciptakan operator seluler terbesar kedua di Tanah Air di bawah PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel. Secara hukum yang berlaku, kemitraan ini akan berlaku hingga 30 April lalu.

Ooredoo memiliki 65 persen saham di Indosat, menjadikan mereka operator telekomunikasi terbesar ketiga di Indonesia dengan pangsa pasar 13 persen pada 2018. Pemerintah Indonesia juga memiliki 14 persen saham. Sedangkan Tri Indonesia, merupakan operator telekomunikasi yang menguasai 7 persen pangsa pasar di Tanah Air.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel