Kayutangan Heritage Kota Malang Bakal Disulap Seperti Malioboro

Bayu Nugraha, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kawasan Jalan Basuki Rahmat hingga Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang ditutup selama dua bulan karena ada renovasi kawasan Kayutangan Heritage. Kawasan ini bakal disulap meniru kawasan Malioboro, Yogyakarta. Sebab, di kawasan ini banyak bangunan cagar budaya.

Kapolresta Malang Kota, Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata meninjau kawasan ini. Polisi bertugas melakukan rekayasa lalu lintas untuk memecah kemacetan di kawasan ini. Sebab, di sepanjang Kayutangan Heritage terdapat sejumlah perkantoran wilayah milik BUMN maupun milik swasta.

"Hari ini secara resmi kita lakukan penutupan dan rekayasa jalan, mulai 9 November 2020 sejak pukul 14.00 WIB. Penutupan dimulai dari titik Jalan Jaksa Agung Suprapto hingga Jalan Basuki Rahmat kemudian menyusur sampai batas Gereja Kayu Tangan meski pengerjaannya tidak sampai sana," kata Leonardus, dikutip Selasa, 10 November 2020.

Leonardus mengatakan, seharusnya pengerjaan dilakukan sejak pekan lalu. Karena beberapa pimpinan kantor wilayah di kawasan ini banyak yang belum tahu informasi renovasi kawasan Kayutangan Heritage. Pengerjaannya ditunda, polisi melakukan sosialisasi untuk menjelaskan skema penutupan total ini. Nantinya, parkir para karyawan dan customer perkantoran sudah disediakan di titik-titik Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Jaksa Agung Suprapto.

"Kita akan evaluasi lagi, dan saya minta pelaksana untuk memperbanyak sosialisasi agar masyarakat tahu dan tidak menuju titik Jalan Basuki Rahmat. Kita siagakan beberapa personel, dan kita pasang stager jadi ditutup permanen tidak bisa dilewati mobil dan motor. Tetapi kita tetap berikan prioritas untuk ambulans dan pemadam kebakaran jika terpaksa harus lewat jalan ini," ujar Leonardus.

Polisi berharap pengerjaan proyek Kayutangan Heritage mampu diselesaikan sebelum natal 2020. Sebab, pada momen itu selalu terjadi kepadatan arus lalu lintas di kawasan ini. Bahkan, polisi setiap tahun mendirikan pos pengamanan dan pos pantau di kawasan ini. Sehingga pelaksana proyek diberi batas waktu pengerjaan sekitar 2 bulan untuk menyulap Kayutangan Heritage seperti Malioboro Yogyakarta.

"Semoga selesai sebelum natal. Ini program pusat dan provinsi kita lihat ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar karena akan dipasang batu andesit seperti di Malioboro, Yogyakarta. Di trotoar akan diberi kursi, lampu dan hiasan lain dan akan membuat nyaman wisatawan yang datang sehingga otomatis akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar," tutur Leonardus.

Sementara itu, Project Manager Koridor Kayutangan Heritage, Agus Budi Hartanto mengatakan, pengerjaan proyek ini dilakukan pada perbaikan konstruksi aspal. Nantinya, akan diganti konstruksi beton dan dilanjutkan dengan pemasangan batuan andesit di perempatan Basuki Rahmat dan Pertigaan Jalan Jaksa Agung Suprapto.

"Warga sekitar masih bisa beraktivitas seperti biasa terbatas untuk warga sekitar. Untuk karyawan perkantoran sisediakan parkir (di sisi utara, selatan, timur dan barat)," kata Agus.

Sedangkan untuk merealisasikan target agar rampung sebelum Natal. Pelaksana proyek akan memaksimalkan kinerja para pekerja. Diantaranya, menyediakan sekitar 70 karyawan yang bekerja dalam tiga shift selama 24 jam hingga melibatkan sejumlah alat berat.

"Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga bisa selesai tepat waktu. Rencananya, selesai tanggal 30 Desember 2020. Namun, kami diberi target, tanggal 20 Desember harus sudah selesai. Paling tidak, aktivitas sudah tuntas dan bisa dilewati masyarakat," ujar Agus.

Sejauh ini dampak dari penutupan, sempat membuat sejumlah titik di Kota Malang macet total. Seperti di kawasan Balai Kota Malang, kawasan Alun-alun Merdeka, Kota Malang, Jalan Majapahit, Jalan Kawi, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Letjend S Parman, hingga Jalan Gatot Subroto. Personel dari Satlantas dan Dishub Kota Malang diterjunkan untuk mengurai kemacetan.

Baca juga: Kondisi Sekitar Markas FPI Jelang Kepulangan Habib Rizieq