KBRI di Malaysia Buka Pendaftaran Masuk UT

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur sejak beberapa hari lalu sampai akhir Desember 2011 membuka pendaftaran masuk Universitas Terbuka (UT) untuk warga negara Indonesia yang ingin meneruskan di perguruan tinggi.

"Kami akan buka pendaftaran masuk UT sampai akhir Desember ini. Siapa yang berminat silahkan datang," kata Atase Pendidikan KBRI untuk Malaysia Rusdi MA di Kuala Lumpur, Rabu.

Dijelaskannya, biaya pendaftaran kuliah di UT sebesar Rp75 ribu dan uang kuliahnya Rp20 ribu per SKS. "Biaya ini sama dengan di Batam karena kerja samanya adalah dengan pihak UT di Batam," ujar dia.

Pendaftaran ini juga nantinya akan dibuka di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK) dan ditawarkan langsung ke sejumlah tempat tinggal WNI dan TKI.

Dengan dibukanya pendaftaran UT di Kuala Lumpur dan sekitarnya ini diharapkan para warga negara Indonesia yang menetap dan bekerja Malaysia dapat tetap melanjutkan jenjang kesarjanaannya.

Syarat utama mengikuti program UT ini seperti layaknya masuk universitas di dalam negeri adalah mereka yang sudah lulus SMA/SMK dan yang sederajat.

"Siapa saja boleh ikut UT asal sudah lulus SMA dan sederajatnya. TKI pun juga bisa ikut program ini," ungkapnya.

Sedangkan program S1 yang ditawarkan oleh UT antara lainnya adalah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik untuk program studi Administrasi Negara, Administrasi Niaga, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, Sosiologi dan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan serta Fakultas Ekonomi dengan program studi (S1) yaitu Managemen.

"Masa perkuliahan semester I akan dimulai pada Januari 2012," paparnya.

Sementara itu, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dalam jangka satu tahun ini diharapkan juga sudah bisa berdiri sehingga nantinya dapat menampung anak-anak WNI untuk mengikuti program sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA.

"Peletakan batu pertama pembangunan SIKK sudah dilakukan tanggal 11 November lalu dan diharapkan pembangunannya selesai dalam tempo satu tahun," ungkapnya.

Dijelaskannya, SIKK yang luasnya sekitar dua hektare dan dibangun dua tingkat ini akan dilengkapi dengan ruang guru, asrama dan sarana lainnya sehingga diharapkan dapat menampung sekitar 1500 siswa.

"Kehadiran SIKK sangatlah penting agar anak-anak Indonesia di daerah tersebut bisa mengikuti pendidikan formal," tegasnya dengan menyebutkan puluhan ribu anak-anak Indonesia di wilayah Sabah dan Serawak yang belum mendapatkan pendidikan formal.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.