KBRI Tokyo Masih Pantau WNI Pascagempa 7,2 Magnitudo di Jepang

Mohammad Arief Hidayat, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVAGempa bumi berkekuatan 7,2 Magnitudo mengguncang lepas pantai Prefektur Miyagi, Jepang, dengan kedalaman 60 kilometer, pada Sabtu, 21 Maret 2021. Japan Meteorologi Agency-JMA atau Badan Meteorological Jepang menginformasikan bahwa gempa berskala 5 ini berpotensi tsunami.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi memastikan bahwa KBRI Tokyo akan terus melakukan pemantauan kondisi WNI di Prefektur Miyagi, dan beberapa wilayah yang juga merasakan gempa gempa itu.

"KBRI telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan WNI di wilayah tersebut untuk memonitor kondisi WNI. Sampai saat ini KBRI masih mengumpulkan informasi baik melalui liputan awal media Jepang, maupun informasi dari masyarakat," kata Heri dalam keterangan tertulisnya.

Heri juga menghimbau kepada WNI yang bermukim di Jepang, terutama di Prefektur Miyagi, agar segera melapor kepada KBRI Tokyo melalui layanan telepon hotline jika dalam keadaan darurat terkait gempa.

"Kepada WNI yang berada dalam kondisi darurat agar melapor ke hotline KBRI Tokyo. Tetap tenang dan ikuti petunjuk dari pemerintah daerah setempat," ujarnya.

KBRI Tokyo belum mendapat informasi seputar adanya korban jiwa dari WNI, dan kerugian materiil yang timbul terkait gempa. Jumlah total WNI yang bermukim di Prefektur Miyagi diketahui mencapai 984 orang.

Sementara nomor Hotline KBRI Tokyo yang bisa dihubungi adalah di +81 90-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.

Gempa dengan tsunami

Gempa kuat mengguncang wilayah pantai timur laut Jepang pada Sabtu dan menghantam wilayah yang pernah hancur akibat bencana 2011 serta menyebabkan tsunami setinggi satu meter, dilaporkan stasiun penyiaran NHK sebagaimana dilansir dari Antara.

Gempa melanda pantai Prefektur Miyagi pada pukul 18.26 waktu setempat dan memiliki kekuatan 7,2 magnitudo pada kedalaman 60 km, kata Badan Meteorologi Jepang.

Perusahaan Tohoku Electric Power menghentikan kegiatan pembangkit nuklir Onogawa dan sedang memeriksa gangguan lainnya, lapor NHK.

Sementara itu, perusahaan Tokyo Electric Power sedang memeriksa kondisi pembangkit listrik Fukushima Dai-Ichi, yang hancur akibat gempa dahsyat Maret 2011 hingga menyebabkan krisis nuklir dan evakuasi massal.

Tayangan video NHK dari biro Sendai memperlihatkan sebuah plakat yang menggantung di langit-langit bergoyang selama sekitar 30 detik akibat gempa.

Gempa dapat dirasakan hingga ke Tokyo, yang berjarak 400 km bagian selatan dari pusat gempa.