KBRI ungkap peluang ekspor pakan ternak hingga produk fesyen ke Brunei

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Kedutaan Besar RI di Bandar Seri Begawan mengajak pelaku usaha di Indonesia untuk memanfaatkan peluang ekspor pakan ternak ke Brunai Darussalam, yang tengah mengembangkan peternakan.

"Pakan ternak. Brunei baru mulai mengembangkan industri peternakan kambing, domba dan sapi," kata Fungsi Ekonomi I KBRI Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Yogo Pamungkas, dalam webinar potensi bisnis, Kamis.

Ia mengatakan Brunei relatif belum memiliki industri pakan ternak yang mendukung, sehingga peluang itu bisa dimanfaatkan pelaku usaha Tanah Air.

Baca juga: 1.000 UMKM ikuti peluang ekspor ke empat negara tetangga

Selain pakan ternak, ia mengatakan potensi selanjutnya yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha dalam negeri adalah ekspor onderdil atau suku cadang mobil. Ia mengatakan populasi kendaraan roda empat di negara itu mencapai 500.000 unit dari berbagai jenis dan tahun.

Potensi lainnya adalah tekstil dan produk garmen lainnya. Menurut dia, warga Brunei menyukai dan mengikuti produk fesyen Indonesia. Mereka menyukai pola dan corak perancang busana asal Indonesia.

Bahkan tidak jarang, mereka suka berbelanja langsung ke Indonesia untuk menambah koleksi pakaian dan ada pula yang dijual kembali di sana.

Baca juga: Petrokimia ekspor perdana kapur pertanian ke Brunei Darussalam

Karena saat pandemi pintu perbatasan ditutup, maka peluang ekspor produk mode dari Indonesia relatif besar.

Hanya saja, ia mengingatkan terdapat beberapa batasan yang harus dipatuhi produsen yang hendak ekspor, menyesuaikan ketentuan negara setempat mengenai gambar dan tulisan dalam produk garmen.

Sementara itu nilai ekspor produk nonmigas Indonesia ke Brunei Darussalam meningkat selama masa pandemi COVID-19.

Yogo Pamungkas mengatakan sepanjang Januari-Agustus 2020 ekspor Indonesia melonjak 35,81 persen. Pada Januari-Agustus 2019 ekspor nonmigas Indonesia ke Brunei sebesar 57,1 juta dolar AS dan di periode yang sama pada 2020 mencapai 77,5 juta dolar AS,

Baca juga: Pelni sasar kargo ekspor ke Davao dan Brunei 2020