KCI harapkan kerja sama perusahaan terapkan shift, urai kepadatan KRL

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menilai pengaturan jam kerja merupakan solusi yang paling memungkinkan saat ini untuk mengurai kepadatan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL).

“Pengaturan jam kerja dengan sistem shift ini menjadi solusi paling memungkinkan saat ini untuk mengurai kepadatan di tengah jumlah pengguna yang bertambah 9-10 persen setiap pekannya sejak PSBB transisi,” kata Komunikasi Perusahaan KCI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

PT KCI mengharapkan kerja sama dari berbagai pihak untuk menerapkan pengaturan kerja karyawan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2020 tentang pengaturan jam kerja sehingga mobilitas pengguna KRL dapat tersebar.

Permintaan itu dikarenakan semakin banyaknya jumlah penumpang KRL di masa pandemi yang sudah mendekati jumlah harian saat masa normal.

Situasi Senin (6/7) pagi ini di sejumlah stasiun terpantau antrean pengguna semakin panjang, seperti pantauan di Stasiun Bogor, para calon pengguna KRL sudah mulai mengantre sejak pukul 05.30 WIB hingga halaman parkir stasiun.

Baca juga: Jumlah penumpang meningkat, antrean KRL di Stasiun Bogor makin panjang

Begitu pula pantauan di Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Bekasi, dan Rangkasbitung. Hingga pukul 10.00 WIB tercatat ada 166.044 pengguna KRL, meningkat tujuh persen dibanding Senin (29/6) lalu pada kurun waktu yang sama.

Di Stasiun Bogor, setiap pemberangkatan bus bantuan dari pemerintah senantiasa ramai digunakan para pengguna KRL. Bus yang mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB melayani trayek Stasiun Bogor menuju Tebet, Manggarai, Tanah Abang, dan Juanda.

“PT KCI secara berkala terus menginformasikan kondisi antrean di sejumlah stasiun melalui aplikasi KRL Access dan twitter @commuterline," ujar Anne.

Namun, lanjut dia, hingga hari ini masih terdapat pengguna yang tidak menghormati pengguna lain yang telah antre sejak awal. Di Stasiun Bogor saja, dia menyebutkan setidaknya ada 500 pengguna yang naik kereta berlawan arah demi menghindari antrean.

“Perilaku seperti ini selain tidak menghormati sesama pengguna KRL yang telah tertib ikut antrean,” katanya.

Mulai hari ini total perjalanan KRL mencapai 947 perjalanan per hari.

Baca juga: KCI wajibkan KRL dikosongkan di stasiun akhir, ini penyebabnya