KCI tambah layanan bagi penyandang difabel

Subagyo

PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) terus berusaha meningkatkan aksesibilitas layanan bagi para pengguna jasa dengan penyandang difabel, yakni dengan menyediakan Ruang Pelayanan Disabilitas yang letaknya berada di pintu utara Stasiun Juanda.

Pengguna difabel dapat memanfaatkan ruangan ini untuk memastikan kebutuhannya saat menggunakan KRL terpenuhi dengan baik.

“Di sini pengguna juga dapat menyampaikan masukan seputar layanan disabilitas serta informasi seputar pelayanan PT KCI secara umum,” kata Vice President Corporate Communications KCI Anne Purba dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Selain itu, para pengguna jasa difabel juga dapat memanfaatkan layanan khusus disabilitas di nomor 081296605747 yang dapat dihubungi melalui telepon, SMS, dan layanan whatsapp.

Sebelum bepergian menggunakan KRL Commuter Line, pengguna jasa dengan disabilitas dapat menghubungi nomor telepon tersebut dan menginformasikan perkiraan waktu kedatangannya di stasiun keberangkatan.

Selanjutnya petugas di stasiun keberangkatan akan berkoordinasi dengan petugas di dalam KRL maupun petugas di stasiun tujuan.

Petugas akan senantiasa membantu pengguna jasa dengan disabilitas tak hanya sesampainya di stasiun tujuan, tapi juga mengantarkan hingga pengguna hendak menggunakan moda transportasi lanjutan.

Sebelumnya berbagai fasilitas bagi para pengguna jasa dengan disabilitas sudah tersedia di seluruh stasiun.

Fasilitas tersebut antara lain guiding block, kursi roda, ramp portable, kursi prioritas, serta informasi melalui suara maupun visual di kereta dan di stasiun.

Berbagai layanan ini merupakan upaya PT KCI yang juga bersinergi dengan stakeholder, mulai dari komunitas, pengguna, operator, hingga regulator.

“PT KCI yakin layanan KRL Commuter Line akan lebih ramah bagi disabilitas dan tentunya semakin aksesibel bagi seluruh pengguna jasa KRL,” kata Anne.


Baca juga: Kemenhub temui tuna netra yang tuntut regulasi penyandang disabilitas
Baca juga: KRL Jabodetabek uji coba alat bantu disabilitas
Baca juga: Kereta belum sepenuhnya ramah untuk difabel