KCIC pastikan konstruksi kereta cepat tidak terpengaruh pencurian besi

·Bacaan 2 menit

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan pelaksanaan konstruksi utama proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dalam kondisi aman dan tidak terpengaruh oleh kasus pencurian 118 ton besi proyek di Halim.

Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya dalam pernyataan di Jakarta, Kamis, mengatakan besi-besi yang dicuri tersebut bukanlah bagian dari komponen konstruksi utama lintasan KCJB, melainkan besi untuk kebutuhan pendukung (temporary support).

"Konstruksi utama KCJB aman. Besi-besi yang dicuri adalah besi untuk keperluan temporary support seperti H-beam, scaffolding, dan sebagainya. Bukan besi tulangan yang dipakai pada konstruksi lintasan atau stasiun," katanya.

Mirza menekankan saat ini pihaknya sudah meningkatkan keamanan di seluruh area tersebut, termasuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat serta menambah pos penjagaan serta memasang CCTV di lokasi rawan pencurian.

Selain itu, terdapat peningkatan kekuatan pagar pembatas agar tidak mudah dijebol, kemudian adanya peningkatan mobilisasi sumber daya untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan berkala terhadap material dan peralatan bantu, serta melakukan review dan monitoring secara lebih intens.

"Seluruh pihak proyek KCJB terus meningkatkan pengamanan yang maksimal atas aset-aset di proyek KCJB, terutama di titik rawan sehingga kejadian serupa tidak terulang. Kami juga bekerjasama dengan pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat," katanya.

Terkait dugaan keterlibatan orang dalam, Mirza mengatakan sampai saat ini belum mendapat indikasi mengenai hal tersebut dan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus pencurian ke pihak kepolisian serta mendukung upaya penangkapan terhadap pelaku pencurian sampai tuntas.

"Kami belum mendapat indikasi adanya keterlibatan orang dalam dan hal ini menjadi wewenang pihak kepolisian. Kami juga akan memberikan dukungan penuh bagai kepolisian untuk mengungkap semua pelaku," katanya.

Sebelumnya, pihak kepolisian dari Polsek Makasar, Jakarta Timur pada awal November 2021 telah berhasil menangkap lima dari sembilan pelaku pencurian 118 ton besi proyek setelah dilakukan pengintaian secara berkala.

Dari penangkapan tersebut, telah diamankan barang bukti berupa H-beam enam meter sebanyak tujuh buah serta mobil pick up yang digunakan pelaku untuk membawa besi curian tersebut. Namun sampai saat ini, empat pelaku masih berstatus DPO.

"Kami ucapkan terima kasih atas koordinasi dari pihak kepolisian dalam menangkap pelaku dan upaya untuk menelusuri setiap pihak yang terlibat sehingga permasalahan ini bisa segera diatasi dan tidak terulang kembali," katanya.

Baca juga: 111 ton besi untuk kereta cepat dicuri, polisi bakal panggil PT Wika
Baca juga: Pengamat: Pembengkakan biaya infrastruktur hal wajar di saat pandemi
Baca juga: Menkeu: Pemerintah bakal suntik Rp4,3 triliun proyek kereta cepat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel