Ke Jambi, Penyidik Bareskrim Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim penyidik Bareskrim Polri berangkat ke Jambi. Nantinya, tim akan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta autopsi ulang jasad Brigadir J.

Demikian dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi merdeka.com.

"Iya untuk mempersiapkan (autopsi ulang) juga," kata Dedy, Jumat (22/7).

Sedangkan, pemeriksaan sejumlah saksi termasuk pihak keluarga Brigadir J dilakukan di Polda Jambi.

Dedi mengatakan pemeriksaan menindaklanjuti laporan yang dibuat kuasa hukum keluarga Brigadir J. "Sesuai laporan dari penasihat hukum-nya," jelasnya.

Makam Brigadir J Dijaga Keluarga

Makam almarhum Bripda Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi kini dijaga kerabat menjelang autopsi ulang yang melibatkan pihak independen. Autopsi itu dilakukan setelah kuasa hukum keluarga melaporkan kejanggalan kematiannya ke Mabes Polri.

"Kami mulai melakukan penjagaan di makam sejak kemarin malam setelah ada kepastian dilakukan autopsi ulang, penjagaan dilakukan pada malam hari saja," kata Rudi Sihotang, Ketua Perwakilan Pemuda Batak Bersatu (PBB), di makam Yosua yang berjarak 2 kilometer dari rumah duka di kawasan perkebunan sawit Bahar Unit 1, Muaro Jambi, Jumat (22/7).

Dia menyebutkan karena ada informasi ada autopsi ulang atau ekshumasi maka pihak keluarga atau pengacara menilai makam ini harus dijaga agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

"Sudah kami jaga makamnya sejak malam kemarin dan kami menempatkan empat orang untuk berjaga di makam mulai pukul 20.30 Wib sampai 05.30 Wib. Itu atas permintaan keluarga," kata dia.

Jokowi Perintahkan Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kasus tewasnya Brigadir J akibat baku tembak di usut tuntas. Kepala negara ingin kasus itu dibuka terang-benderang.

"Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas. buka apa adanya. jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan. Udah," katanya di Pulau Rinca, NTT, Kamis (21/7).

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui fakta yang sebenarnya agak tidak timbul keraguan. Jokowi tidak ingin kepercayaan publik kepada Polri luntur.

"Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga," ujarnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel