Ke Silicon Valley Lewat Aplikasi Jualan

Oleh Fachrurozi

Lima anak muda Indonesia akan terbang ke Silicon Valley, AS, berkat aplikasi yang mereka ciptakan. Di area kantor pusat perusahaan teknologi informasi seperti Google, Apple, dan Yahoo! itu, mereka akan bertarung dengan 39 tim dari negara lain yang juga memiliki aplikasi jagoan masing-masing.

Vincent Putra, Radita Liem, Michael Jeansen, Asep Bagja dan Victor Koesoemadi berhasil menyisihkan 28 peserta lain dalam AngelHack Jakarta 2013 yang berlangsung Sabtu-Minggu, 8-9 Juni 2013.



Selama 36 jam, mereka mengadu kemampuan dan bebas menciptakan aplikasi dari ide mereka sendiri. Produk yang tercipta harus benar-benar baru. Kemampuan presentasikan produk juga tak kalah penting karena di situlah kunci meyakinkan investor.

Selain itu? “Aplikasi yang dibuat harus bisa diterapkan secara global,” kata Fajar Budiprasetyo, Ambassador AngelHack Jakarta.

“Acara ini mempertemukan para pengembang web dan membuka akses ke pasar,” ujar Dellawati Wijaya, salah seorang Ambassador lainnya. “Ini kali pertama AngelHack diadakan di Jakarta.”

Selama periode April-Agustus, acara ini terselenggara di 30 kota seperti London, Paris, Moscow, Berlin, Tel Aviv, Sydney, Singapore, Bangkok, Toronto dan San Francisco. Acara di Jakarta merupakan lanjutan dari Los Angeles dan London pada April silam.

Aplikasi yang diciptakan oleh Vincent dkk., yang juga merupakan tiket mereka ke Silicon Valley, diberi nama Pintails — sebuah aplikasi jejaring sosial untuk berjualan dengan basis perangkat bergerak.

Dalam Pintails, seorang pengguna memiliki dua lingkaran. Lingkaran pertama disebut Circle, sedangkan yang kedua Network.

Jika Anda memiliki lima teman dalam Circle Anda, dan masing-masing teman memiliki lima teman, maka Anda memiliki 25 orang dalam Network.



Teman Anda di Pintails bisa berasal dari kontak BlackBerry Messenger, atau teman Facebook atau media sosial lain. Aplikasi Pintails bisa langsung mengaksesnya.

“Jadi pertemanannya sudah intim, sehingga menjamin kualitas, komunikasi, keamanan, serta ekosistem yang lebih baik,” kata Vincent.

Jika Anda ingin menjual sesuatu, misalnya iPhone 4S, Anda tinggal mengumumkannya ke Circle. Jika salah satu dari lima teman Anda di Circle ada yang berminat, maka bagus. Bagaimana jika tidak?

Dengan Pintails, gradasi pertemanan yang bercabang dan tidak putus-putus itu memudahkan penjualan. Bisa saja akhirnya Anda menjual iPhone itu ke temannya temannya teman Anda.

Ada juga cara lebih singkat, yakni “menjodohkan” penjual dengan pembeli — atau yang diberi nama Pintailing. Jadi ketika Anda mengatakan Anda ingin menjual iPhone, teman Anda bisa langsung mem-Pintail Anda ke temannya yang memang mencari iPhone.

Selanjutnya, Anda dan calon pembeli bisa langsung berhubungan. Anda akan mendapat semua informasi yang relevan seperti catatan pribadi, harga, kategori, dan lokasi.

Intinya, Pintails merupakan aplikasi berbagi informasi dan memangkas “pihak ketiga” plus kelengkapan informasi.

Lalu dari mana Pintails mendapat keuntungan? Perusahaan atau merek dagang dapat membuat akun resmi dalam aplikasi Pintails.

Merek-merek pemasang iklan ini akan direkomendasikan kepada pengguna berdasarkan minat, yang didefinisikan berdasarkan kategori yang dibuat atau lingkaran pertemanan Like maupun Pin.

Rekomendasi yang ada akan relevan karena itu disesuaikan untuk pengguna berdasarkan minatnya. Mirip-mirip Pinterest.

Sebelum berangkat ke Amerika, Vincent dkk. akan mengikuti program akselerasi selama 12 minggu — ciri khas AngelHack yang tak dimiliki ajang kompetisi sejenis.

Di Silicon Valley, Vincent dkk. bertemu dengan 39 tim pemenang dari pelbagai negara akan bergabung dalam program akselerasi AngelHack di San Fransisco pada 1-10 September 2013. Mereka akan mempresentasikan produk dan mencari investor.

Mereka juga akan diperkenalkan dengan beberapa inkubator ternama kelas dunia seperti Y-Combinator, AngelPad, TechStars, 500 Startups, dan lain-lain.

Selain itu, tentu saja mereka bakal bertarung demi meraih peringkat terbaik di dunia.

Vincent mengaku senang sekali karena prototipe aplikasi mereka dinyatakan menang oleh juri di Jakarta. Terlebih lagi, aplikasi mereka dirasa berpotensi untuk terus dikembangkan dan dilombakan di AngelHack Global.

“Silicon Valley, kami datang,” kata Vincent membara.

Memuat...