Keamanan Dipastikan Jadi Prioritas Pengembangan Vaksin

Fikri Halim
·Bacaan 1 menit

VIVA – Keamanan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap fase pengembangan vaksin, bahkan sejak bakal vaksin masih dalam tahap praklinik. Setiap fase uji klinis yang dilakukan, tidak akan dapat maju ke fase berikutnya jika ditemukan ketidakamanan pada pengembangan vaksin yang dilakukan.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari memaparkan, keamanan vaksin sudah dinilai dari sejak vaksin itu dirancang dan sebelum diujicobakan kepada manusia. Meski demikian, Hindra mengakui bahwa vaksin merupakan produk biologi.

“Sehingga tingkat keamanannya tidak mungkin mencapai 100 persen,” ujar Hindra dalam Dialog Produktif bertema ‘Keamanan Vaksin dan Menjawab KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)’ yang diselenggarakan secara daring di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dikutip Jumat 20 November 2020.

Baca juga: Pemerintah Akan Bayar Utang ke Pertamina dan PLN Tahun Ini

Jadi, lanjut dia, bisa saja ada ikutan pascapemberian vaksin seperti keluhan nyeri, perdarahan, atau terjadi pembengkakan atau disebut juga KIPI. Tapi itu semua merupakan reaksi alamiah dari suatu vaksin.

“Jika memang terkandung bahan yang berbahaya dalam vaksin, hal tersebut pasti sudah diketahui sejak pengembangan vaksin di fase awal. Selain itu, semua hal terkait vaksin sudah diinformasikan secara transparan dan tidak mungkin disembunyikan,” lanjutnya.

Hindra berharap masyarakat mencari dan mendapatkan informasi tentang vaksin melalui informasi resmi.

“Kita jangan sampai malah terbawa oleh arus berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, jadi malah memberikan informasi yang menggelisahkan dan menambah kecemasan. Kegiatan pengamatan keamanan imunisasi ini sudah dilakukan sejak sebelum bakal vaksin diberikan kepada manusia,” tuturnya. (art)