Keamanan WhatsApp Dibuat Berlapis

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aplikasi pesan instan WhatsApp berencana menambah fungsi-fungsi baru untuk pemakaian platform itu di perangkat desktop Mac, Windows, dan Web pada tahun ini. Anak usaha Facebook tersebut ingin menjadikan performa WhatsApp Web dan dekstop setara dengan aplikasi smartphone.

"Dengan demikian komunikasi pengguna tetap terjaga privasinya, termasuk keamanan di perangkat mana pun yang jadi pilihan mereka untuk berkirim pesan," demikian keterangan resmi WhatsApp, Kamis, 28 Januari 2021.

Baca: Awan Hitam Masih Menggelayuti WhatsApp

Kini, WhatsApp telah memperkuat fitur keamanan aplikasi web dan desktop dengan menambah lapisan keamanan ketika pengguna ingin menyinkronkan akun WhatsApp dari smartphone ke komputer mereka.

Anak usaha Facebook ini memanfaatkan sistem operasi (OS) smartphone yang telah mendukung fitur otentikasi wajah atau sidik jari. Ketika pengguna ingin menyinkronkan akun dengan WhatsApp web atau desktop, mereka akan diminta untuk melakukan otentikasi biometrik di ponsel pintar sebelum diminta memindai kode QR.

Pembaruan sistem keamanan antar perangkat akan dirilis bersamaan dengan desain visual baru untuk WhatsApp web. Pembaruan ini akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang, atau minimal pada iOS 14 untuk iPhone dan sejumlah perangkat Android yang sudah kompatibel.

"Tambahan keamanan berlapis ini akan meminimalisasi kemungkinan teman atau rekan kerja pengguna untuk menyinkronkan akun ke perangkat lain tanpa sepengetahuan mereka," kata WhatsApp.

Selain itu, fitur ini juga dihadirkan untuk memperkuat fitur keamanan yang telah ada, yaitu memunculkan notifikasi saat ada yang login di WhatsApp web dan desktop, serta pengaturan untuk keluar dari semua perangkat di aplikasi smartphone yang dapat digunakan kapan pun.

Otentikasi wajah dan sidik jari yang dilakukan di perangkat pengguna secara otomatis terlindungi oleh sistem keamanan privasi. WhatsApp mengklaim tidak akan bisa mengakses informasi biometrik yang tersimpan di sistem operasi smartphone pengguna.

Seperti diketahui, WhatsApp masih menjadi buah bibir karena mengumumkan kepada pengguna tentang kebijakan privasi terbarunya. Tapi perlu diingat, pengguna jangan hanya mengkhawatirkan WhatsApp. Mereka juga perlu memberi perhatian ekstra terhadap Facebook Messenger.