Keangkeran Patung dari Sisa Bagian Tubuh Manusia

Syahdan Nurdin, nostradamus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tatok berjalan mondar-mandir di lobi hotel tempatnya menginap. Ia gelisah, betapa tidak, Ayu telah berjanji untuk mengantarkannya ke suatu tempat yang saputan nuansa mistiknya begitu kental. Asbak di meja sudah dipenuhi puntung rokok, sementara, kopi pun sudah habis.

Entah berapa kali ia melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Sementara, matahari pun mulai tenggelam di arah barat. Berulang kali ia mengangkat HP-nya, namun, entah kenapa Ayu tidak pernah meresponsnya sama sekali.

Entah sudah berapa batang rokok yang dihisapnya. Di atas meja, tampak asbak yang sudah dipenuhi oleh puntung-puntung rokok, sementara, cangkir kopi hanya tinggal ampasnya saja. Dalam kegelisahannya, Tatok coba mencari tahu apa yang menyebabkan Ayu sampai terlambat sedemikian lama.