Kearifan lokal nusantara tersaji dalam WACI Jember Fashion Carnival

Kearifan lokal nusantara dari berbagai daerah di Indonesia tersaji dalam Wonderful Artchipelago Carnaval Indonesia (WACI) yang menjadi pembuka dalam rangkaian kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu.

Sebanyak lima perwakilan DPD Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) hadir, yakni Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Malang, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bandung Barat, dan Lombok Tengah untuk memeriahkan karnaval berkelas dunia di Kabupaten Jember dengan beragam kostum yang menjadi ciri khas daerah masing-masing.

"Busana yang kami tampilkan menggambarkan kearifan lokal dan promosi Kabupaten Bandung Barat," kata salah satu peserta WACI dari Kabupaten Bandung Barat, Aida Ratu di Kabupaten Jember.

Baca juga: Wonderful Artchipelago Carnaval Indonesia diikuti tujuh daerah di JFC

Menurutnya, beberapa ornamen yang digunakan dalam busana yang ditampilkan dalam WACI, yakni Kujang yang menjadi senjata khas di Tanah Sunda, kemudian lambang macan siliwangi, dan singa dengan perpaduan warna emas dan merah.

"Kami ingin mengenalkan potensi dan kearifan lokal Kabupaten Bandung Barat, sehingga bisa dikenal luas oleh masyarakat yang menonton karnaval JFC di Kabupaten Jember," ujarnya.

Baca juga: Penampilan "Wonderful Artchipelago Carnaval Indonesia" pukau penonton

Perwakilan Akari Bandung Barat, lanjut dia, melibatkan peserta difabel sebanyak enam orang dari total 22 peserta yang memeriahkan kegiatan Wonderful Artchipelagi Carnaval Indonesia (WACI) di Jember.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Akari Mandalika Lombok Tengah Achmad Rifani yang menampilkan busana khas daerahnya dengan tarian dan musik tradisional.

"Ada 80 orang yang berpartisipasi dalam WACI dengan menyuguhkan tema Putri Mandalika dengan kearifan lokal dan busana, serta musik tradisional Lombok Tengah," katanya.

Baca juga: Delapan daerah ikuti "Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia"

Sementara Ketua DPP Akari David Susilo mengatakan para peserta dalam WACI diharapkan dapat menampilkan beragam kebudayaan dan kesenian masing-masing daerah yang diselaraskan dengan kostum karnaval hasil kreativitas-nya.

Keunikan kostum yang dipadukan dengan kebudayaan masing-masing daerah dan berbagai ornamen yang spektakuler tersebut menghipnotis penonton yang hadir dalam rangkaian JFC ke-20 tersebut.

Baca juga: "Jember Fashion Carnaval" resmi dicanangkan sebagai karnaval dunia
Baca juga: JFC 2022 akan tampilkan defile kostum terbaik dalam sembilan tahun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel