Kebakaran di RS COVID-19 Irak Renggut 23 Nyawa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Baghdad - Sumber-sumber medis dan keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sedikitnya 23 orang tewas ketika kebakaran terjadi di sebuah unit perawatan intensif bagi pasien virus corona di Baghdad.

Ledakan itu disebabkan oleh "kesalahan dalam penyimpanan tabung oksigen," kata sumber-sumber medis. Mereka menambahkan puluhan orang terluka.

Video-video di media sosial memperlihatkan beberapa petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Rumah Sakit Ibn al-Khatib di pinggiran Ibu Kota Irak, sementara pasien dan keluarga mereka berusaha menyelamatkan diri.

Dinas Pertahanan Sipil mengatakan kepada kantor berita Irak bahwa mereka "menyelamatkan 90 dari 120 pasien dan keluarga mereka" di tempat kejadian. Namun, mereka belum memperinci jumlah korban tewas dan terluka.

Situasi COVID-19 di Irak

Anggota tim pakar medis China, Yang Honghui (kanan) memasuki Laboratorium Kesehatan Masyarakat Pusat di Baghdad, Irak, Kamis (26/3/2020). Sejak 7 Maret lalu, tujuh pakar medis China bekerja sama dengan tenaga ahli lokal di Irak untuk memerangi epidemi virus corona COVID-19. (Xinhua)
Anggota tim pakar medis China, Yang Honghui (kanan) memasuki Laboratorium Kesehatan Masyarakat Pusat di Baghdad, Irak, Kamis (26/3/2020). Sejak 7 Maret lalu, tujuh pakar medis China bekerja sama dengan tenaga ahli lokal di Irak untuk memerangi epidemi virus corona COVID-19. (Xinhua)

Pada Rabu (21/4), jumlah kasus COVID-19 melampaui 1 juta di Irak. Kementerian kesehatan mencatat total 1.025.288 kasus dan 15.217 kematian, sejak infeksi pertama dilaporkan di negara itu pada Februari 2020.

Kementerian itu mengatakan telah melakukan sekitar 40 ribu tes setiap hari dari populasi yang jumlahnya 40 juta.

Simak video pilihan berikut: