Kebakaran di Samarinda, Ratusan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Merdeka.com - Merdeka.com - Kebakaran menghanguskan 18 bangunan di permukiman padat penduduk, Jalan Cipto Mangunkusumo RT 02, Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (26/5). Sekitar 400 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dua orang jatuh pingsan lantaran sesak napas.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.15 WITA. Api diduga dari bangunan lantai dua toko sembako milik seorang warga. Api dengan cepat merembet ke bangunan lain yang rata-rata terbuat dari kayu.

Tidak kurang 14 armada pemadam, dibantu 25 mesin alkon portabel yang dikerahkan ke lokasi kejadian, berhasil memadamkan api sekitar 1,5 jam kemudian.

Inventarisir sementara dari satuan relawan Info Taruna Samarinda (ITS), sekitar 18 bangunan yang dihuni sekitar 100 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa hangus terbakar.

"Bangunan yang terbakar terdiri dari tempat usaha dan bangsalan," kata Koordinator ITS Joko Iswanto kepada merdeka.com, Kamis (26/5).

Joko memastikan tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu. Hanya saja dua orang warga jatuh pingsan diduga akibat mengalami sesak nafas.

"Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Jadi api diduga dari lantai dua bangunan toko kelontong. Tapi untuk kepastiannya sedang diselidiki Polsek Samarinda Seberang," ujar Joko.

Upaya pemadaman sedikitnya melibatkan 14 armada dinas pemadam kebakaran dan pemyelamatan Samarinda dan PMK swasta, dibantu 25 mesin portabel satuan relawan di Samarinda.

Peristiwa kebakaran itu adalah yang kedua terjadi di Samarinda hari ini. Sebelumnya, 13 rumah di Jalan Letjen S Parman RT 25 dan RT 28 yang dihuni sekitar 19 KK atau sekitar 75 jiwa hangus terbakar sekitar pukul 11.05 WITA. Empat orang dilarikan ambulans ke rumah sakit.

"Ada yang luka bakar, ada yang shock (pingsan). Kalau bicara penyebab dugaan sementara korsleting listrik. Tapi kepastiannya dari penyelidikan kepolisian," kata Kepala Disdamkar dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH kepada merdeka.com. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel