Kebakaran di Tempat Karaoke Vietnam, 32 Orang Tewas

Merdeka.com - Merdeka.com - Sedikitnya 32 orang tewas dan 40 lainnya luka akibat kebakaran yang terjadi di tempat karaoke di wilayah selatan Vietnam dekat Kota Ho Chi Minh pada Selasa malam. Menurut Kementerian Keamanan Publik, kebakaran itu bermula di lantai tiga tempat karaoke itu.

Dikutip dari laman BBC, Kamis (8/9), tempat karaoke An Phu yang memiliki 29 ruangan itu setidaknya dipenuhi oleh 60 pengunjung. Saat kebakaran terjadi, para pengunjung berusaha menyelamatkan dirinya dengan melompat dari lantai tiga dan empat.

Pemadam kebakaran tiba di lokasi tak lama setelah alarm berbunyi. Kobaran api yang memakan sepertiga bangunan karaoke itu baru bisa dikendalikan kru pemadam dalam waktu kurang dari satu jam.

Pencarian korban segera dilakukan setelah api padam. Pihak berwenang menemukan delapan korban terjebak di toilet.

Laman berita VnExpress melaporkan, pencarian atas korban selamat telah dihentikan oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini adalah kebakaran paling mematikan yang terjadi pada bar karaoke Vietnam. Sebelumnya pada 2016, kebakaran yang memakan 13 korban jiwa terjadi di ibu kota Vietnam, Hanoi. Bahkan bulan lalu, kebakaran juga terjadi pada tempat karaoke yang menewaskan 3 kru pemadam kebakaran.

Masyarakat Vietnam pun bertanya-tanya mengapa kebakaran sering terjadi di tempat-tempat karaoke. Sebab sejak 2014, kebakaran yang terjadi pada tempat bar karaoke telah memakan 58 korban jiwa.

Investigasi pernah dilakukan oleh anggota parlemen Vietnam pada 2019 yang menyoroti masalah di Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dan otoritas lokal. Namun investigasi itu terbengkalai karena banyaknya birokrasi.

Langkah-langkah telah diambil pemerintah Vietnam untuk memastikan keamanan atas kebakaran.

Perdana Menteri Pham Minh Chinh, mantan wakil kepala kementerian yang bertanggung jawab atas pemadam kebakaran telah memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua peraturan kesehatan, keselamatan, dan kebakaran di Vietnam.

Meski investigasi dan langkah-langkah lain telah dilakukan pemerintah, namun masyarakat Vietnam tetap bertanya-tanya dan ingin mengetahui akar permasalahan dari kebakaran-kebakaran yang terjadi.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]