Kebakaran Hutan di Gunung Api Ili Lewotolok Mulai Padam

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebagian puncak Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembaga, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang hutannya terbakar akibat erupsi pada 28 Juli lalu, kini mulai padam setelah helikopter milik BNPB dikerahkan untuk mengendalikan api di sana.

"Tadi pagi memang satu unit helikopter tipe KA32A11BC melakukan misi bom air di puncak Gunung Ili Lewotolok, tepatnya di lokasi hutan yang terbakar," kata Kepala UPT Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah Lembata, Linus Lawe, Selasa malam, 3 Agustus 2021.

Ia mengatakan proses pemadaman api menggunakan bom air dilakukan sejak pukul 09.00 hingga 12.00 Wita dengan menyisir ke seluruh wilayah kebakaran hutan yang masuk dalam kawan hutan lindung itu.

Walaupun kebakaran sudah dipadamkan, katanya, masih ada beberapa titik yang terpantau mengeluarkan asap sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan sumber api baru. Apalagi di angin di puncak gunung itu bertiup kencang sehingga memudahkan memicu kebakaran baru.

Karena itu, pada Rabu, helikopter akan kembali melakukan misi bom air di puncak gunung, dengan tujuan asap yang masih mengepul bisa segera kuasai.

Linus mengaku belum mengetahui berapa luas area hutan lindung yang terbakar akibat erupsi gunung yang membawa serta lava pijarnya pada 28 Juli dini hari waktu setempat.

Ia menilai keberadaan helikopter dari BNBP itu membantu pemda setempat dalam menghentikan menjalarnya api sampai perkebunan warga di sekitar kaki gunung.

Pada 28 Juli, terjadi kebakaran hutan yang diakibatkan pijaran lava dari Gunung Ili Lewotolok. Pemerintah daerah bersama masyarakat kesulitan memadamkan apinya karena ada larangan dari Pos Pemantau Gunung Api Ili Lewotolok bagi siapa saja aktivitas di radius tiga kilometer dari puncak gunung itu.

Pemerintah daerah akhirnya meminta bantuan BPBD provinsi untuk mendatangkan helikopter pengebom air untuk membantu pemadaman api di sana. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel