Kebakaran Kilang Balongan Disebut Gara-Gara Petir, DPR: Pertamina Konyol

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, mengatakan pernyataan pihak PT Pertamina (Persero) mengenai petir sebagai penyebab kebakaran Kilang Balongan sebagai hal yang konyol. Pernyataan tersebut dianggap terlalu dini dan tidak menggambarkan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia.

Ia pun menilai pernyataan tersebut kurang lebih serupa dengan kasus PT PLN (Persero) terkait isu pohon sengon penyebab listrik padam massal. Begitu pula dengan pernyataan PLN pada tahun lalu, ketika menyebutkan kenaikan tarif listrik karena banyak masyarakat menonton drama Korea (drakor).

Pernyataan mengenai petir yang menyebabkan kebakaran Kilang Balongan disampaikan oleh seorang pegawai Pertamina.

"Saya pikir konyol. Andai orangnya ada di sini, saya ingin keramasin dia (pegawai Pertamina). Menurut saya, masyarakat perlu sebuah berita yang menenangkan bahwa ini tidak akan menyebar," kata Eddy saat berdialog interaktif dengan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (5/4/2021).

"Yang justru diberikan adalah pernyataan-pernyataan yang menurut kami tidak merefleksikan Pertamina sebagai perusahaan kelas dunia," sambungnya.

Eddy pun menyoroti investigasi yang saat ini tengah dilakukan Pertamina. Ia berharap hasil investigasi dapat menjadi bahan penanganan pencegahan di masa depan agar insiden serupa tidak terjadi.

"Saya tahu sekarang sedang investigasi. Namun alangkah baiknya jika bisa memberikan gambaran apakah ini masalah Kilang Balongan operasional, maintenance, atau keamanan karena ini menyangkut permasalahan penanganan pencegahan kedepannya," jelasnya.

Pertamina Libatkan Pihak Asing Investigasi Kebakaran Kilang Balongan

Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu (31/3). Dok Pertamina
Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu (31/3). Dok Pertamina

PT Pertamina (Persero) masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, pada 29 Maret 2021. Tim investigasi terdiri dari ahli dalam dan luar negeri.

"Terkait penyebab insiden ini masih dilakukan investigasi. Tim gabungannya ada internal dan eksternal. Tim internal ini ada dari aparat hukum dan juga tim ahli baik dari dalam dan luar negeri," kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (5/4/2021).

Nicke menegaskan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi tim investigasi. Namun menurunya, tim investigasi baru dapat masuk area kebakaran setelah kondisi benar-benar aman. Pasalnya, dua hari setelah api yang pada awal kejadian sudah berhasil dipadamkan, kembali menyala.

"Ini terjadi karena masih ada BBM yang terjebak di bawah, sehingga kami lakukan berbagai cara dan dilanjutkan dengan pendinginan. Setelah itu, baru tim investigasi bisa masuk ke dalam," jelasnya.

Nicke menjelaskan, Kilang Balongan berkontribusi 12 persen dari total produksi BBM secara nasional. Pasokannya didistribusikan ke DKI Jakarta dan wilayah Jawa Barat.

"Kejadian kebakaran ada di empat tangki, T301 E, F, G, H di dalam satu bund wall dengan kapasitas masing-masing 26 ribu KL, di area kurang lebih dua hektare," tuturnya.

Pada saat kejadian, kata Nicke, tangki G berisi 23 ribu Pertalite, sedangkan tangki lainnya di kilang Balongan tersebut dalam kondisi kosong.

"Area kilang itu totalnya 260 hektare, dan yang sudah ada bangunannya 180 hektare. Jadi empat tangki dari 72 tangki yang ada di area Kilang Balongan," ungkapnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: