Kebakaran Matraman Tewaskan 10 Orang, Anies Duga Api dari Motor

Ezra Sihite, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kebakaran yang terjadi di Jalan Pisangan Baru III, RT 03 RW 06, Matraman, Jakarta Timur diduga akibat adanya api yang berasal dari sebuah sepeda motor yang terparkir di dalam gang. Kebakaran yang menyasar empat rumah ini menewaskan 10 orang penghuninya.

"Kali ini bukan (karena) listrik dan kompor gas. Ada sebuah motor terbakar di luar rumah yang menutup gang sempit," kata Anies saat mengunjungi lokasi kebakaran di Jakarta pada Kamis 25 Maret 2021.

Meski demikian, Anies belum bisa memastikan bahwa motor tersebut yang menjadi pemicu kebakaran. "Apa penyebabnya, pihak kepolisian yang akan mencari tahu," lanjutnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, gang masuk ke titik kebakaran tersebut cukup sempit dengan lebar kurang lebih 1,5 meter. Pada sisi kiri gang, terdapat sebuah tembok rumah yang cukup tinggi, sedangkan keempat rumah petak yang terbakar berada di sisi kanan gang.

Akses masuk ke rumah petak itu ternyata hanya satu. Pada ujung gang itu terdapat sebuah tembok yang menjulang tinggi. Sehingga pada saat kebakaran terjadi, warga hanya bisa menggunakan satu akses jalan untuk keluar. Namun satu-satunya akses itu sudah tertutup oleh kobaran api.

Wali Kota Jakarta Timur M Anwar menambahkan bahwa pada saat peristiwa kebakaran itu terjadi yakni sekitar pukul 04.20 WIB, penghuni kontrakan paling ujung tak bisa kabur.

"Orang yang petakan paling ujung, kebetulan jalannya buntu. Jadi tidak bisa menyelamatkan diri. Tapi yang sebelah luar bisa menyelamatkan diri, berarti sumber api dari sana mungkin," kata Anwar.

Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Gatot Sulaeman, saat dikonfirmasi secara terpisah mengungkapkan, lima rumah kontrakan itu dihuni lima kepala keluarga (KK) atau 15 jiwa. Adapun 10 korban jiwa berasal dari dua keluarga.

10 orang itu tewas karena terlambat menyelamatkan diri.

"Mereka tidak keburu menyelamatkan diri. Sebab, sudah terkepung api dan beberapa masih tertidur," ungkap Gatot.

Sepuluh korban kebakaran di Matraman itu adalah Sri Mulyani (50 tahun), Deby (28), Ria (17), Dani (30), Nizan (1,5), Beni (42), Nova (40), Baeva (15), Fani (20), dan Ni Imam. Saat ini, semua jenazah sudah dievakuasi ke RSCM, Jakarta Pusat.

Informasi kebakaran yang menghanguskan empat rumah petak itu sampai ke pihak Pemadam Kebakaran Jakarta Timur pukul 04.50 WIB. Sebanyak 14 unit mobil pemadam langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Api berhasil dipadamkan pukul 05.50 WIB dan kerugian materi akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 800 juta.