Kebakaran Pabrik Garmen di Bandung, Tak Ada Korban Jiwa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bandung - Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung memastikan tidak ada lagi titik api pasca kebakaran yang melanda pabrik garmen PT Gajah Angkasa Perkasa di Jalan Sudirman, Kota Bandung, pada Senin (4/10/2021).

"Penanganan usai pada pukul 11.45 WIB. Waktu penanganan 2 Jam 44 menit," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung M. Yusuf Hidayat.

Yusuf mengatakan, objek yang terbakar adalah gudang produksi pabrik. Luas area yang terbakar mencapai sekitar 1.000 meter persegi. Sedangkan, area yang terselamatkan mencapai 9.000 meter persegi.

Kisaran kerugian atas kebakaran tersebut masih belum bisa diperkirakan. Begitu juga dengan penyebab kejadian kebakaran masih dalam penyelidikan.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

20 Unit Pemadam

Tim Diskar PB Kota Bandung menurunkan total 20 unit kendaraan pemadam didukung pihak Polri/TNI dan aparat kewilayahan dalam mengamankan jalannya pemadaman dan penyelamatan aset.

"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini," kata Yusuf.

Adapun petugas melakukan penyekatan untuk mengurangi perambatan. Serta melakukan pendinginan pada tangki yang terisi bahan berbahaya untuk menghindari perambatan pada tangki. Dilanjutkan pendinginan setiap sudut area terbakar.

Berdasarkan kronologi kejadian, pegawai HRD pabrik menerima laporan dari bagian produksi bahwa terjadi kebakaran di area produksi. Manajemen perusahaan kemudian memerintahkan tim operator, tim sekuriti dan tim K3 untuk mencoba memadamkan api dengan menggunakan APAR dan hydrant gedung.

"Karena semakin membesar beberapa karyawan yang melihat langsung menghubungi Emergency Call 113 Diskar PB Kota Bandung," ujar Yusuf.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel