Kebakaran Pasar Gembrong, Gulkarmat akui sulit cari sumber air

·Bacaan 1 menit

Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengakui kesulitan mencari sumber air saat memadamkan kebakaran di Pasar Gembrong, Minggu (24/4).

Kasi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Gatot Sulaeman di Jakarta, Senin, mengatakan sumber air terdekat di sekitar lokasi kebakaran tidak bisa digunakan dan tidak ada hidran.

"Untuk kendala pertama ketersediaan sumber air. Di belakang permukiman warga ada kali, tapi airnya sangat keruh dan tidak ada. Ada sangat jauh, di belakang kampus Mpu Tantular," kata Gatot.

Gatot menambahkan dalam proses pemadaman yang berlangsung kurang lebih 13 jam itu pihaknya harus menyambung selang menggunakan unit mobil pompa guna menjangkau sumber air.

Baca juga: DKI janji bantu permodalan pedagang korban kebakaran Pasar Gembrong

"Jadi, harus buat rangkaian. Kita sudah buat rangkaian sistem statis dan dinamis, namun seiring berjalan waktu kita buat statis," ujar Gatot.

Dia mengatakan sebanyak 27 unit mobil pompa berikut 135 personel gabungan dari Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan ada sebanyak 400 bangunan meliputi rumah warga dan toko di sepanjang Jl. Basuki Rachmat ludes diamuk si jago merah sehingga mengakibatkan kerugian materil sekitar Rp1,5 miliar.

"Alhamdulillah proses pemadaman yang dimulai pada Minggu (24/4/2022) pukul 21.17 WIB rampung pukul 10.22 WIB. Tidak ada korban luka dan jiwa," kata Gatot.

Baca juga: Kebakaran Pasar Gembrong, lokasi tenda pengungsian warga dipindah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel