Kebakaran Pasar Inpres Pasar Minggu, Kasudin: Api Diduga dari Basement

Lis Yuliawati, Vicky Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Suku Dinas (Kasudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Jakarta Selatan, Herbert Flider Lumban Gaol mengatakan, api yang membakar Pasar Inpres Pasar Minggu, berasal dari basement pasar tersebut.

“Pada saat petugas tiba di lokasi ternyata api ada di posisi basement,” ujar Herbert kepada awak media di lokasi kebakaran, Senin, 12 April 2021.

Dia menambahkan, "Yang terbakar dari lantai basement, dari keterangan warga pedagang api berasal dari basement. Belum diketahui asal api karena masih menunggu pihak kepolisian."

Herbert mengatakan, gedung Pasar Inpres Pasar Minggu terdiri dari lima lantai, dengan total 388 lapak di antaranya 268 lapak di basement dan 120 lantai dasar.

"Lantai basement tempat lapak-lapak pedagang yang terbakar, lantai dua juga lapak pedagang, lantai satu kantor, lantai dua parkir motor, dan lantai tiga area parkir mobil," ujar Herbert

Sebelumnya diberitakan, bangunan yang bertingkat membuat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) kesulitan pada saat melakukan pemadaman api yang melanda Pasar Inpres Pasar Minggu, Jakarta Selatan Senin, 12 April 2021.

"Kesulitannya karena ini bangunan bertingkat, jadi petugas harus masuk ke sela-sela gedung," ujar Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Satriadi Gunawan kepada wartawan di lokasi, Senin, 12 April 2021.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Sugeng mengatakan, pihaknya dalam memadamkan api di lokasi sangat berhati-hati untuk masuk ke area gedung yang terbakar.

"Kita hati-hati sekali karena takutnya atap runtuh dan bisa membahayakan keselamatan petugas," ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun sementara di lokasi, sedikitnya 80 kios sudah hangus terbakar di Gedung Blok C. "Sekitar 80-an lah, itu baru yang di lantai dasar ya. Kalau totalnya belum tahu, mungkin ratusan," ujar Bambang seorang pedagang Pasar Inpres ketika ditemui di lokasi.

Bambang menyebut untuk lokasi yang terbakar mayoritas kios menjual kebutuhan pokok atau sembako.

Pantauan VIVA di lokasi, pukul 21.50 WIB, api sudah berhasil dipadamkan. Proses pemadaman api memakan waktu kurang lebih sekitar tiga jam dari pukul 18.30 hingga 21.45 WIB.

Sebanyak 31 unit mobil Damkar dan 220 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Saat ini petugas Damkar masih melakukan proses pendinginan guna memastikan sudah tidak ada titik api.