Kebakaran Pasar Sentral Makassar, Polisi Periksa Dua Saksi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar masih melakukan penyelidikan terkait kejadian kebakaran Pasar Sentral Makassar. Polisi baru memeriksa dua orang saksi dan masih menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor).

Kepala Polres Pelabuhan Makassar, Ajun Komisaris Besar Yudi Frianto mengatakan, selain memeriksa dua saksi pada Selasa (28/12), pihaknya akan meminta keterangan saksi lain.

"Tadi malam masih dua orang yang kami periksa. Mungkin hari ini (beberapa orang saksi), nanti saya tanyakan Kasatreskrim," ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/12).

Ia menyebut dua orang saksi yang diperiksa adalah orang yang melihat pertama kali muncul api. Selain itu, Polres Pelabuhan Makassar masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan Labfor.

"Untuk Labfor, surat sudah kami kirimkan. Tinggal kita tunggu dari Polda untuk hasil labfornya bagaimana," kata dia.

Terkait adanya informasi kebakaran di Blok B Pasar Sentral disengaja, Yudi enggan berspekulasi. Ia menegaskan masih menunggu hasil Labfor Polda Sulsel.

"Masih belum tahu (informasi kebakaran disengaja). Dari hasil Labfor nanti yang bisa memastikan," tegasnya.

Sementara Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan solusi bagi para pedagang yang kiosnya hangus terbakar. Rencananya, Danny akan mengumpulkan seluruh pedagang yang yang kiosnya terbakar.

"Satu dua hari ini saya akan panggil semua pedagang untuk merumuskan. Saya selalu dalam keputusan seperti ini melibatkan mereka semua," ujarnya.

Wali kota berlatar arsitek ini mengaku akan membantu bahan bangunan bagi pedagang yang ingin membangun kembali kiosnya. Diharapkan hal tersebut bisa meringankan beban bagi pedagang.

"Kita tadi cek di PU (Pekerjaan Umum), ada biaya yang bisa untuk peruntukan material, karena mereka sendiri yang bikin. Paling tidak meringankan bagi mereka," bebernya.

Danny juga menyayangkan kebakaran yang terjadi di Pasar Sentral Makassar berulang. Berdasarkan sejarah, Pasar Sentral sudah tiga kali terbakar.

"Ini kejadian yang berulang-ulang seperti ini harus menjadi pelajaran. Kita meningkatkan sistem keamanan pasar harus menjadi bagian penting terutama tentang kebakaran. Maka tadi sistem APAR (Alat Pemadam Ringan), sistem buka tutup harus dilaksanakan," ucapnya. [tin]