Kebakaran Ratusan Lapak Pedagang Pasar Ciputat Dipicu Pencurian Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi memastikan kebakaran ratusan lapak pedagang di Pasar Ciputat disebabkan korsleting listrik. Kejadian itu ditengarai dipicu pencurian arus listrik disertai pemasangan dan penggunaan kabel yang tidak beraturan dan di bawah standar keamanan.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Yulianto mengungkapkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area yang terbakar, tepatnya blok belakang Plaza Ciputat, Rabu (11/5) sore.

Dia memastikan tidak ada korban jiwa atas peristiwa kebakaran yang menghabisi seluruh bangunan lapak semi permanen di area pasar yang terbakar itu.

"Setelah padam, baru kita cek. Baru kelihatan sumbernya. Sudah cukup olah TKP," terang Kapolsek Ciputat Timur Kompol Yulianto, Kamis (12/5).

Sumber Api dari Tiang Listrik

Dia menegaskan, dari hasil olah TKP yang dilakukan petugas, didapati fakta pemanfaatan listrik dan jaringan kabel yang tidak sesuai, sehingga terjadi korsleting listrik.

"Sudah kita cek semalam dari listrik. Karena dia satu tiang banyak kabel-kabel yang colokan di situ. Jadi terlalu tinggi beban dari kabelnya. Enggak kuat dia menahan beban," kata Yulianto.

Sementara, sumber korsleting yang menyebabkan munculnya api ditengarai dari salah satu tiang listrik di area sekitar lapak pedagang yang terbakar. Dia memastikan kalau sumber api bukan dari salah satu lapak pedagang.

"Sumber api dari tiang listrik. Enggak (dari lapak). Itu kan ada tiang listrik, kemudian stop kontak yang dibikin langsung dibikin ke listrik dari kabel, nyolong listrik lah bahasanya," jelas Yulianto.

Sementara untuk kerugian dari peristiwa kebakaran itu, Yulianto mengaku menyerahkannya kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, untuk mengalkulasi kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut.

"Belum bisa dipastikan, karena dari Disperindag, belum memberikan laporan resmi," ucap dia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel