Kebakaran Rusun Pasar Inpres, Ratusan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak seratus tiga puluh lima kepala keluarga menjadi korban kebakaran di Rusun Pasar Inpres Dok IX Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua. Api diduga akibat korsleting listrik di Rusun.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor D. Mackbon mengatakan, sebanyak 21 kamar di lokasi rusun dan 12 bangunan non permanen yang merupakan toko, kios serta rumah sewa hangus dalam kebakaran ini.

"Tim identifikasi Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota bersama reskrim Polsek Jayapura Utara kini sementara di TKP sedang lakukan olah TKP penyebab kebakaran, sementara untuk kerugian materil diperkirakan mencapai Rp3 miliar," katanya, Minggu (13/11).

Dia mengungkapkan, laporan yang diterima pihak kepolisian api pertama menyala di Dok IX pada pukul 19.15 WIT lalu kira-kira dua jam kemudian api juga dilaporkan membakar pemukiman warga di belakang Hotel Bunga Youtefa Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (11/11) Malam.

"Di Dok IX api berhasil dipadamkan dua jam kemudian dengan dibantu mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura dan AWC dari Polda Papua, Brimbobda Papua dan Polresta Jayapura Kota, semuanya dikerahkan untuk mempercepat pemadaman api," tutur Victor

Sementara di Abepura tepatnya di belakang Hotel Bunga Youtefa, api membakar empat petak kamar kos di lantai dua milik Falim Lanuri (43), dimana kerugian materil diperkirakan mencapai Rp300 juta.

"Dugaan sementara menurut keterangan saksi api berasal dari arus pendek listrik yang terjadi di salah satu kamar kos, dimana api cepat menyebar namun dapat dipadamkan sebelum merambat ke rumah lainnya," ujar Viktor.

Dari dua kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun di Dok IX banyak kepala keluarga korban kebakaran yang harus kehilangan tempat tinggal mereka.

"Kami masih akan lakukan pendalaman dan pendataan di lokasi kejadian guna mengetahui secara pasti awal mula api menyala, tim identifikasi kini sedang bekerja di lapangan dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara," pungkasnya.

[fik]