Kebangkitan perajin serat alam di Kulon Progo

Perajin serat alam di Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai pulih kembali seiring adanya kebijakan Pemerintah Pusat memperbolehkan mudik pada Lebaran 2022 ini.

Salah satu perajin serat alam Riffat Kecamatan Sentolo Dwi Cahyono di Kulon Progo, Selasa, mengaku bahwa dua minggu terakhir, permintaan kerajinan berbagai baku serat alam dari pedagang di kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo meningkat pesat.

Selama dua tahun terakhir, Pemerintah Pusat melarang masyarakat mudik, sehingga pedagang di kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo tidak berani menyetok kerajinan berbahan serat alam dan plastik. Namun, dengan adanya kebijakan Mudik 2022 ini, mereka kembali menambah stok kerajinan berbahan serat alam dan plastik.

"Saat mau Lebaran ini, kami banyak permintaan kerajinan sampai ribuan pieces. Kami mengerahkan semua kemampuan untuk memenuhi permintaan pedagang di kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo," katanya.

Saat ini, pasar lokal mulai dari DIY, Jakarta, Surabaya, dan Bali sudah mulai membaik seiring meredanya pandemi COVID-19. Permintaan dari Bali meningkat drastis untuk hiasan dinding hingga meja dan kursi berbahan serat alam.

"Permintaan kerajinan dari bebagai daerah sudah pulih. Khusus di DIY, menjelang Lebaran sangat tinggi, hingga kami kewalahan memenuhi pesanan mereka," katanya.

Selain itu, ekspor kerajinan juga mulai kembali bangkit. Saat ini, permintaan kerajinan ke Timur Tengah, seperti Turki sangat tinggi. Segala jenis kerajinan serat alam saat diminati masyarakat di Turki.

Dwi berharap dengan adanya penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta juga mampu mempercepat pemulihan ekonomi bagi pelaku ekspor kerajinan di Kulon Progo.

"Kami berharap meredanya pandemi COVID-19 ini bisa membangkitkan pariwisata, sehingga permintaan serat alam kembali pulih," harapnya.

Sementara itu, pelaku kerajinan serat alam D&D Rifat Kecamatan Sentolo Afifah mengatakan selama pandemi COVID-19, permintaan serat alam buatan pusat kerajinan D&D mengalami peningkatan drastis.

Saat pandemi ini, dirinya dibantu puluhan ibu rumah tangga di Desa Sukoreno, mengembangkan home dekor atau hiasan rumah. Hal ini dikarenakan pada masa pandemi, banyak pegawai yang bekerja dari rumah (WFH). Mereka yang WFH lebih memilih mempercantik rumah. Kerajinan pot berbahan serat alam dan rafia yang bisa dijadikan untuk tempat toples atau pot tanaman, dan hiasan dinding.

Harganya bervariasi, dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu. Tergantung dari ukuran hingga tingkat kesulitan membuat kerajinan. Bahan bakunya ada yang terbuat dari bahan serat alam, dan rafia.

"Kami membuat kerajinan yang lagi tren di masyarakat supaya tetap bertahan. Saat Lebaran ini, semua jenis kerajinan bisa masuk ke Malioboro dan Pasar Beringharjo," katanya.

Dirinya merintis D&D Rifat yang membuat kerajinan serat alam sejak empat tahun. Usaha kerajinannya terus berkembang. Permintaannya tidak hanya dari lokal untuk DIY, Jakarta dan Bali, tapi sudah ekspor ke Timur Tengah meski harus lewat Jakarta dan Bali.

Saat ini, dirinya sedang menyelesaikan permintaan dari Turki, dan Bali. Permintaan dari Bali mulai pulih, yang sebelumnya sempat sepi. "Saat ini masih di bawah Rp100 juta. Kami berharap setelah Lebaran, omzet kembali naik," harapnya.


Melalui Bandara YIA
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Agus Pandu Purnama mengatakan sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan RI Nomor 42 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi COVID-19 yang efektif berlaku 6 April 2022.

SE menetapkan 10 bandara di Indonesia untuk menjadi pintu masuk PPLN, di mana Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjadi salah satu entry point.

"Sehubungan dengan dibukanya YIA untuk penerbangan Internasional. Merupakan peluang bagi eksportir ketika YIA telah menjadi salah satu entry point, untuk memanfaatkan YIA sebagai jalur penerbangan dan ekspor impor langsung," kata Agus Pandu.

Dengan melihat posisi YIA sebagai potential cargo area, yang dilengkapi dengan kondisi landasan pacu yang dapat menerima pesawat terberat, terbesar, dan terlebar, YIA mampu menjadi pintu lalu lintas bongkar muat kargo, dengan catchment area hingga ke Jawa Timur dan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

YIA telah menerbangkan ekspor kargo pertama dan terbesar menggunakan pesawat charter cargo Antonov Internasional AN 124-100 tujuan Columbus (LCK) Amerika Serikat membawa 62 ton kargo wire harness (kabel) di 2021. Hal ini menandakan bahwa YIA telah siap dan dapat dikembangkan untuk mendukung potensi
berkembangnya sektor kargo.

Ditambah dengan kemampuan terminal kargo yang dimiliki YIA, yaitu 3.546 meter persegi untuk terminal kargo domestik dengan daya tampung 390 ton, serta 2.304 meter persegi untuk terminal kargo internasional dengan daya tampung 250 ton, YIA mampu mengakomodir kebutuhan para pelaku usaha ekspor dan impor untuk melakukan transaksi pengiriman komoditas usahanya.

"Potensi ini pula didukung dengan rencana pengembangan cargo village di kawasan aerotropolis,” kata Agus Pandu.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DIY, Yuyun Yunastuti mengatakan bahwa YIA dapat menjadi potensi pengembangan kargo dengan penerbangan langsung. Namun ini perlu didukung dengan adanya jalur penerbangan langsung ke negara-negara tujuan antara lain China, Thailand dan Vietnam dan
Amerika, serta negara-negara di Benua Eropa.

"Diharapkan pula kolaborasi dengan maskapai dan juga regulated agent bersama dengan pelaku ekspor impor di DIY semakin baik, sehingga aktivitas pengiriman secara langsung pun semakin mudah,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel