Keberlanjutan Kasus Investasi Bodong yang Libatkan Anggota Polisi di Gorontalo

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Gorontalo - Kasus Investasi Bodong di Provinsi Gorontalo hingga kini masih terus bergulir. Investasi yang bernama Forex Family (FX Family) ini, pemiliknya merupakan seorang anggota polisi aktif berinisial AY alias Rinto.

Meski pelaku AY sudah ditetapkan sebagai tersangka, kasus ini masih menjadi perhatian publik. Bahkan kasus investasi yang kerugian ditaksir mencapai triliunan rupiah ini, masih menjadi buah bibir masyarakat Gorontalo.

Tidak hanya AY, Polda Gorontalo juga turut menetapkan istri AY sebagai tersangka dalam kasus investasi bodong tersebut. Keduanya kini mendekam di Rutan Polda Gorontalo, beserta belasan mobil mewah sebagai barang bukti.

Namun penetapan tersangka AY juga menuai polemik dan tanda tanya besar di masyarakat. Sebab, para korban khawatir, dengan ditetapkannya AY sebagai tersangka, uang warga yang sudah terlanjur dititipkan kepada FX Family tak bakal kembali.

Seperti halnya yang dikatakan Uya Ruzali Hunowu, melalui cuitan media sosialnya dengan melayangkan beberapa pertanyaan kepada Kapolda Gorontalo. Dirinya mempertanyakan soal penetapan tersangka kepada AY.

"Apakah menurut bapak Kapolda penetapan saudara AY sebagai tersangka adalah langkah yang bijaksana dalam menyelesaikan masalah investasi ini?," Tulis Uya.

"Kalau nanti saudara AY jadi terpidana dan dipenjara, lalu bagaimana nasib uang dan kehidupan korban?," katanya.

Selain itu, Uya juga menanyakan apakah ditetapkanya AY sebagai tersangka, tidak akan menambah runyam permasalahan sampai pada kondusifitas dan stabilitas keamanan wilayah?.

Menurutnya, jangan sampai admin atau yang berperan sebagai penghubung antara owner dan para korban akan menjadi sasaran utama. Bahkan nyawa mereka beserta keluarga bakal terancam akibat kasus ini.

"FX Family bukanlah badan usaha, itu hanya kelompok saja, mereka melakukan investasi pada entitas dan platform bisnis yangg dilegalkan oleh Negara," kata Uya.

Terkait dengan ini, ia juga pernah bertanya pada seorang admin yang juga merupakan seorang anggota polisi aktif. Dengan deraian air mata, polisi tersebut mengatakan bahwa dirinya siap menerima konsekuensi.

"Saya pernah bertanya pada seorang admin juga oknum polisi, sambil berlinang air mata, dia berkata saya siap untuk dipecat dan dipenjara, tapi apakah itu akan menyelesaikan masalah?," ungkapnya.

"Saya dan keluarga hidup di sini, di tengah-tengah para member yang sudah jadi korban, walaupun saya jalani hukuman dan menyita semua aset saya, itu tidak akan cukup untuk menutupi kerugian para korban," tuturnya.

Cuitan soal investasi bodong tersebut pun seketika viral, hingga kini sudah lebih dari 554 warganet yang mengomentari cuitan tersebut. Tidak hanya mengomentari, warganet juga ramai-ramai membagikan cuitan tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tanggapan Polda Gorontalo

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono (Arf/Liputan6.com)
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono (Arf/Liputan6.com)

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa Polda Gorontalo dalam hal ini Ditreskrimsus dari awal sudah menindak lanjuti kasus ini.

Sejak muncul isu investasi ilegal yang meresahkan masyarakat secara cepat pihaknya merespons dengan membentuk hotline pengaduan di seluruh Polres.

"Selain itu, kami juga melakukan kegiatan lidik dan sidik di mana ada dugaan tindak pidana perdagangan, tindak pidana perbankan, tindak pidana penipuan, penggelapan dan juga tindak pidana pencucian uang," kata Wahyu Kepada Liputan6.com

Menurutnya bahwa hal itu sudah menjadi tugas dan kewajiban polri untuk melakukan penegakkan hukum atas tindak pidana yang terjadi dan kami bekerja secara profesional dan transparan serta tidak diskriminatif.

"Bapak Kapolda saat konferensi pers akhir tahun menghimbau agar masyarakat yang menjadi korban untuk melaporkan dan jangan melakukan tindakan sendiri yang justru akan menimbulkan masalah baru dan berdampak hukum," ia menandaskan.

Simak Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel