Kebiasaan Ini Bikin Mobil Matik Cepat Rusak

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mobil dengan transmisi otomatis atau matik menjadi favorit masyarakat perkotaan. Kemacetan yang dihadapi setiap hari, membuat teknologi ini jadi pilihan karena dianggap lebih nyaman.

Jenis transmisi matik yang dipasang di mobil juga sudah sedemikian canggih, sehingga pengemudi dan penumpang tidak merasakan hentakan saat perpindahan gigi.

Walau harga yang harus dibayar lebih mahal sekitar Rp10 juta, namun hal itu tidak menjadi masalah bagi konsumen. Terutama dengan kelebihan yang ditawarkan.

Meski demikian, ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh para pengemudi dan berdampak negatif pada tingkat keawetan peranti pemindah tenaga mesin tersebut.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Seva.id, Senin 22 Maret 2021, kebiasaan pertama yakni tidak teratur mengganti pelumas atau oli transmisi.

Sama seperti mesin, transmisi menggunakan banyak komponen yang bergerak dan butuh pelumasan agar bisa bekerja dengan kecepatan tinggi. Aturan mengganti oli kendaraan sudah tercantum di buku manual, dan sebaiknya diikuti dengan teratur.

Kedua yakni memindahkan posisi transmisi, tanpa menunggu kendaraan berhenti sempurna. Apabila ini dilakukan saat posisi D ke L atau yang sama-sama untuk bergerak maju, maka tidak jadi masalah.

Tapi, banyak yang tidak sabar dan memindahkan posisi transmisi dari D ke R, padahal roda masih sedikit bergerak. Jika ini dilakukan terus menerus, maka bisa merusak gigi yang ada dalam komponen tersebut.

Terakhir dan tidak kalah penting, yakni sering memainkan tuas ketika kondisi macet. Disebutkan bahwa membiarkan transmisi pada posisi D saat berhenti dan menginjak rem, tidak akan merusak komponen pemindah daya tersebut.