Kebiasaan Orang Indonesia: Mobil Bagus Diisi Bensin Murah

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite yang dijual oleh Pertamina, saat ini jadi favorit masyarakat Indonesia. Selain selisih harganya tidak terpaut jauh, perusahaan pelat merah itu juga menawarkan diskon untuk kalangan tertentu.

Melalui program Langit Biru yang berawal di Denpasar, Bali, Pertamina menjual Pertalite dengan harga setara BBM Premium yakni Rp6.450 per liter.

Vice President Promotion dan Marketing Communication Pertamina, Dholly Arifun Dahlia mengatakan bahwa saat ini jenis BBM yang paling banyak dikonsumsi adalah Pertalite.

“Pertalite itu sudah 55 persen, paling besar kontribusinya. Sementara, Premium itu 30 persen rata-rata se-Indonesia total nasional. Pertamax 14 persen, dan Pertamax Turbo hanya 1 persen,” ujarnya saat webinar Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, dikutip VIVA Otomotif Rabu 18 November 2020.

Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan, ada fenomena aneh yang terjadi di Indonesia terkait Pertamax Turbo.

Pada saat standar emisi Euro 4 untuk mobil baru diberlakukan di Tanah Air, jumlah konsumsi BBM jenis Pertamax Turbo justru mengalami penurunan.

“Meski mobilnya sudah Euro 4, tapi pemilik mobil masih memakai bahan bakar jenis lain,” tuturnya dalam acara yang sama.

Hal senada juga disampaikan oleh Dholly, di mana masih banyak pemilik mobil bagus yang menggunakan kondisi ekonomi sebagai alasan untuk membeli BBM murah.

“Pemilik kendaraan kurang sadar mobilnya sudah pakai bagus, rasio kompresinya bagus, harganya juga mahal. Tapi, dengan alasan ekonominya, maka masih pakai Premium,” ungkapnya.

Baca juga: Honda Pamer Sedan Civic Generasi Baru