Kebijakan Jokowi Dianggap Tepat Perkuat PPKM Mikro Ketimbang Lockdown

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro masih dianggap tepat hingga kini. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengatakan, PPKM Mikro adalah pilihan yang masih relevan ketimbang lockdown atau menutup wilayah secara lebih besar.

"Kalau sekarang mau ambil kebijakan lockdown sebetulnya tidak pas," kata Sunanto saat dihubungi VIVA, Sabtu 26 Juni 2021.

Baca juga: Antusiasme Vaksinasi di Semarang: Rela Antre hingga Ratusan Meter

Menurut pandangan Sunanto, pilihan pemerintah pusat memutuskan perketat PPKM Mikro di tengah lonjakan kasus COVID-19 seperti laiknya menerbangkan 'layang-layang'. Ada tarik ulur kebijakan, manakala terjadi kenaikan kasus di satu wilayah. Sebetulnya istilah itu sama seperti diutarakan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan dengan istilah 'Gas-Rem'.

Pria yang akrab disapa Cak Nanto ini juga menyampaikan, jika keputusan lockdown diambil akan terlau berisiko terhadap stabilitas.

"Kalau lockdown sekarang itu menurut saya stabilitasnya terlalu berisiko. Maka, agak pas masyarakat diberlakukan PPKM," ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan catatan, soal kebijakan PPKM Mikro ini sebetulnya yang perlu dibenahi adalah narasi bersama. Apa yang disampaikan pemerintah pusat juga harus digaungkan oleh seluruh pemerintah daerah. Andai pun dirasa PPKM ini berhasil, maka dijabarkan pula kepada publik mana - mana yang tercapai diterjemahkan di lapangan.

Untuk soal itu, Cak Nanto, menyebutnya sebagai konsistensi bersama.

"Memang harus ada suatu kesepakatan bersama tentang narasi. Sehingga tenang. Tinggal bagaimana langkah- langkah pemerintah menenangkan keresahan publik. Gitu. Sekarang itu, terlihat kekurangannya memberikan keyakinan terhadap publik," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel