Kebo Bule Milik Keraton Surakarta Mati Terpapar PMK, 7 Ekor Masih Dirawat

Merdeka.com - Merdeka.com - Seekor kebo bule berusia 20 tahun milik Keraton Surakarta mati akibat terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) pada Kamis (21/7). Tujuh ekor lainnya tengah dirawat karena terjangkit wabah itu.

"Mati satu, kerbau betina. Sebetulnya dua minggu sebelumnya sudah kami antisipasi, sinuhun sudah mengutus saya ke kandang mahesa untuk menanyakan ke srati (pawang kerbau). Kami juga sudah koordinasi juga dengan Dispertan (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian), dokter meluncur mengecek," kata Wakil Pengageng Sasana Wilopo Keraton Kasunanan Surakarta KRA Dani Nuradiningrat di Solo, Jumat.

Sekitar seminggu sebelumnya, kebo bule milik Keraton Surakarta sudah diperiksa. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kerbau terpapar PMK.

"Tapi kemarin kedapatan mati satu, dicek terindikasi PMK yang ada di kandang sebelah barat. Kami ada tiga kandang, barat, timur, dan di Sitinggil," katanya.

Diduga Tertular Melalui Manusia

Setelah dilakukan pemeriksaan kembali, diketahui ada tujuh ekor kerbau lain yang juga terpapar PMK. Keraton Surakarta saat ini memiliki 18 ekor kebo bule.

"Untuk yang tujuh ekor ini kami melakukan tindakan pengobatan dan preventif ke kandang-kandang yang terkena, karena inkubasi PMK ini cepat sekali," jelasnya.

Kebo bule itu diperkirakan tertular melalui manusia. "Diperkirakan dokter hewan penularannya lewat manusia," katanya.

Pelaksanaan Kirab 1 Muharram

Mengenai rencana kirab malam 1 Muharram yang biasa melibatkan kebo bule, dikatakannya, akan diputuskan dalam waktu dekat.

"Masih menunggu, setiap hari ada dokter yang datang mengecek. Mungkin (untuk kirab 1 Muharram) bisa diambilkan dari kandang lain. Keputusannya mendekati Sura berdasarkan rekomendasi dokter," katanya seperti dilansir Antara.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, kirab malam 1 Muharram atau 1 Sura akan diputuskan dalam waktu dekat.

"Kalau sejauh ini diizinkan, tapi melihat kebo bule ada yang kena PMK nanti kami lihat dulu. Untuk tahun ini sebetulnya boleh meriah, termasuk di Mangkunegaran," katanya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel