Kebodohan Barcelona, Pilih Manusia Kaca Ketimbang Kylian Mbappe

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVABarcelona sebenarnya punya peluang besar merekrut striker paling laris saat ini, Kylian Mbappe. Peluang tersebut muncul di 2017 lalu, ketika Mbappe sebenarnya bisa saja cabut dari AS Monaco.

Di 2017, Barca memang dipusingkan dengan hengkangnya Neymar ke Paris Saint-Germain. Mbappe sejatinya masuk ke dalam daftar incaran Barca, sebagai pengganti Neymar.

Namun, menurut mantan Direktur Barca, Javier Bordas, transfer Mbappe gagal terjadi karena adanya kesalahan teknis yang dilakukan Sekretaris Robert Fernandez.

Menurut Fernandez, Mbappe tak lebih baik dari Ousmane Dembele. Hingga akhirnya, keputusan dibuat.

"Ketika mau merekrut Dembele, agen Josep Maria Minguella hubungi kami, Mbappe bisa direkrut. Saya bicara dengan Josep Maria Bartomeu, saya minta dia untuk memantaunya," kata Bordas dikutip Mundo Deportivo.

"Saya sempat hubungi ayah Mbappe, dia bilang tak mau cabut ke Real Madrid karena ada Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale, menilai kesempatan di Barca lebih besar karena Neymar cabut. Apalagi, Monaco lebih berharap Mbappe tak gabung ke PSG, rival utama," lanjutnya.

Fernandez memberikan pengaruh kepada Bartomeu agar membeli Dembele, ketimbang Mbappe. Pendapat Fernandez, Mbappe main secara individu, sedangkan Dembele punya gaya kolektif.

Prediksi yang salah. Karena Mbappe pada akhirnya mampu berkembang. Striker 21 tahun tersebut menjadi salah satu properti terpanas di bumi.

Sebaliknya, Dembele hanya jadi pesakitan di Barca. Dia kerap dilanda cedera. Tampil 82 kali selama tiga tahun dan cuma mencetak 22 gol serta 17 assist.